Ibu-ibu Sakit Keras Korban Herman, Diberi Jamu Sakti tapi Tak Sembuh

Hardani Triyoga
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kasus penipuan yang dilakukan pria bernama Herman di Bekasi dengan modus penggandaan uang membuat heboh. Pelaku yang disebut ustaz gondrong dalam praktiknya itu sudah ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan, menyampaikan ada empat orang yang melapor ke polisi karena mengaku sebagai korban penipuan Herman. Mereka merasa ditipu karena hasil yang ditunggu tak sesuai janji yang diucapkan pelaku.

"Alhamdulillah, kemarin ada empat orang yang melaporkan kepada kami bahwa yang bersangkutan merasa tertipu. Tertipu dari praktiknya dia. Ada yang minta pengasihan, tetapi bukannya malah kaya tapi malah biasa-biasa saja enggak ada perkembangan," kata Hendra, dalam Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne yang dikutip VIVA pada Kamis, 25 Maret 2021.

Baca Juga: Penipuan Penggandaan Uang Viral, Herman Beli Jenglot dari Toko Sulap

Hendra melanjutkan ada lagi korban perempuan yang sakit keras tapi ditipu Herman. Korban diberikan jamu yang dijanjikan pelaku sebagai obat untuk kesembuhan. Tapi, korban tersebut justru mengaku tak kunjung sembuh dari penyakitnya.

"Ada yang minta disembuhkan seorang ibu-ibu yang sakit keras, minta disembuhkan dikasih seperti jamu gitu. Namun, sampai sekarang tak kunjung sembuh juga," tutur Hendra.

Dia menambahkan, polisi menduga pelaku ini menjanjikan setiap pasien dengan kesembuhan. Ia menyebut Herman selalu berdalih memiliki kesaktian untuk menyembuhkan.

Untuk meyakinkan pasien, pelaku mempraktikan tipu-tipu gandakan uang melalui kotak ajaibnya. Dari kotak ajaib itu akan muncul diduga uang palsu. Selain kotak ajaib, Herman juga menunjukkan jenglot.

"Pasien-pasien yang ditarik itu juga diberikan jaminan bahwa yang bersangkutan dapat disembuhkan dengan kesaktiannya. Ya, salah satu daya tariknya penggandaan uang tadi," ujar Hendra.

Hendra mengatakan, Herman membeli peralatan seperti jenglot, kotak ajaib, uang palsu dan lainnya dari toko sulap di Bekasi. Menurutnya, polisi masih mendalami dugaan uang palsu yang dipakai pelaku dalam aksinya.