Ibu Koma Akibat COVID-19 Melahirkan Anak Kembar

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Birmingham - Sepasang anak kembar lahir ketika ibunya dalam keadaan koma. Wanita itu koma selama 16 hari akibat COVID-19.

Bayi kembar lahir secara sesar pada 10 April 2020 ketika ibu mereka berada di ICU.

Dilaporkan BBC, Kamis (19/11/2020), sang ibu bernama Perpetual Uke pertama merasa tak enak badan pada akhir Maret. Ia lantas menjadi pasien COVID-19 dan masuk ICU

Ia memakai ventilator dan pihak dokter membuatnya koma secara medis untuk membantu pemulihan.

Ketika wanita itu bangun, ia mengaku kaget melihat anaknya.

"Ketika mereka menunjukan saya foto-fotonya, mereka sangat kecil, mereka tak telrihat seperti manusia, saya tidak percaya mereka milik saya," ujar Perpetual Uke.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, kasus COVID-19 di Inggris sudah mencapai 1,4 juta. Korban meninggal mencapai 53 ribu.

Ibu dan Anak Selamat

Pemandangan Jembatan Westminster dan Gedung Parlemen di London, Inggris (18/3/2020). PM Inggris Boris Johnson mengatakan seluruh sekolah akan ditutup mulai Jumat (20/3) setelah otoritas kesehatan mengonfirmasi total 2.626 kasus infeksi COVID-19 dan 104 kematian. (Xinhua/Tim Ireland)
Pemandangan Jembatan Westminster dan Gedung Parlemen di London, Inggris (18/3/2020). PM Inggris Boris Johnson mengatakan seluruh sekolah akan ditutup mulai Jumat (20/3) setelah otoritas kesehatan mengonfirmasi total 2.626 kasus infeksi COVID-19 dan 104 kematian. (Xinhua/Tim Ireland)

Perpetual Uke merupakan konsultan rheumatologi di Birmingham City Hospital.

Anak kembarnya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan bernama Sochika dan Osinachi. Keduanya bayi itu menghabiskan waktu 116 hari di rumah sakit.

Perpetual sudah kembali berkumpul dengan suami dan dua anaknya yang lebih tua. Ia kini merupakan ibu dari dua putra dan dua putri.

Suami Sempat Khawatir

Pemandangan Piccadilly Circus di London, Inggris (18/3/2020). PM Inggris Boris Johnson pada Rabu (18/3) mengatakan seluruh sekolah akan ditutup mulai Jumat (20/3) setelah otoritas kesehatan mengonfirmasi total 2.626 kasus infeksi COVID-19 dan 104 kematian akibat penyakit tersebut. (Xinhua/Tim Irelan
Pemandangan Piccadilly Circus di London, Inggris (18/3/2020). PM Inggris Boris Johnson pada Rabu (18/3) mengatakan seluruh sekolah akan ditutup mulai Jumat (20/3) setelah otoritas kesehatan mengonfirmasi total 2.626 kasus infeksi COVID-19 dan 104 kematian akibat penyakit tersebut. (Xinhua/Tim Irelan

Matthew, suami dari Perpetual, mengaku kondisi yang ia alami sangat menakutkan. Ia mengira akan kehilangan istrinya akibat COVID-19.

"Itu sangat mengerikan," ujarnya. "Setiap hari yang berlalu saya berharap istri saya tidak termasuk dari yang meninggal."

Matthew berkata hubungannya dengan sang istri sangat erat. Ia pun tak yakin bisa menerima kepergian istrinya bila kejadian.

"Kami adalah tim, pemikiran bahwa ia tidak ada benar-benar sulit untuk diterima," ucapnya.

Infografis COVID-19:

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: