Ibu Korban Mutilasi Kanada Sedih dengan Video Pembunuhan Putranya

Ottawa (AFP/ANTARA) – Ibu dari mahasiswa yang menjadi korban kasus pembunuhan mutilasi “Psikopat Kanada” mengaku sangat sedih saat mengetahui pembunuhan itu masih ditayangkan online.


“Ini bencana yang sangat menyakitkan bagi keluarga kami,” kata Zhigui Du sambil terisak-isak dalam sebuah wawancara dengan Canadian Broadcasting Corporation.


“Yang menyakitkan bagi saya adalah mengetahi bahwa video itu diposting di internet. Orang-orang melihatnya berulang-ulang. Rasanya seperti putraku dibunuh lagi dan lagi,” katanya.


“Dia sangat bersemangat menghadapi kehidupan dan hal-hal yang indah. Mengapa hidupnya harus berakhir? Mengapa dia harus begitu menderita? Mengapa video brutal itu diposting di internet? Dan ini sangat sulit untuk keluarga kami. Putra tercintaku telah dibunuh dengan cara seperti itu.”


Luka Rocco Magnotta (29) bulan lalu menyatakan dirinya tidak bersalah untuk pembunuhan tingkat pertama dan empat dakwaan lainnya, termasuk melakukan penghinaan terhadap sebuah mayat, dalam kasus tersebut.


Magnotta, yang bekerja sebagai seorang aktor porno dan pendamping, diduga telah menggunakan sebuah pemecah es untuk menusuk Lin Jun, mahasiswa asal China yang belajar di Concordia University di Montreal, pada suatu waktu antara 24-25 Mei.


Tersangka memutilasi tubuh korban, melakukan pelecehan seksual terhadap mayatnya, dan merekam aksinya, sebelum memposting video itu di internet.


Pada 29 Mei, Pihak kepolisian Montreal menemukan perut Lin di dalam koper di luar di luar sebuah apartemen. Tangan dan kaki korban telah dikirim ke kantor-kantor partai pemerintah di Ottawa dan dua sekolah di Vancouver. Kepalanya kemudian ditemukan di sebuah taman di Montreal. (ai/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.