Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Gedung Pemerintah di Jakarta Segera Disewakan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menawarkan peluang investasi penyewaan gedung milik kementerian/lembaga (K/L) pemerintah di DKI Jakarta.

Penyewaan ini dilakukan karena banyaknya kantor milik K/L yang menganggur setelah kantor pemerintahan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Nanti dalam rangka IKN, kalau perpindahan terjadi tentu akan ada aset-aset (K/L) yang idle (menganggur) di Jakarta," ujar Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rionald Silabandalam acara LMAN Investor Gathering 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Meski begitu, Rio belum bersedia membagikan informasi lebih detail terkait daftar kantor milik K/L di Jakarta yang akan disewakan ke pihak swasta. Dirinya menyebut, tawaran penyewaan gedung tersebut masih dibahas lebih lanjut bersama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk optimalisasi aset.

Pihaknya menyatakan siap membuka ruang diskusi bagi investor yang tertarik untuk menyewa gedung milik K/L di wilayah Jakarta.

"Jadi saya berharap dari diskusi ini bapak /ibu (investor) bisa memberikan masukan kepada LMAN, tapi tentu untuk aset LMAN dulu ya," tuturnya.

Pemerintah Kumpulkan Investasi Rp200 Triliun untuk Bangun IKN Tahap I

Sebelumnya, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia menyebut nilai investasi yang masuk untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebesar Rp200 triliun. Nilai investasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan ibu kota baru di Indonesia tahap pertama.

"Yang mau saya sampaikan minimal Rp200 triliun itu bisa kita wujudkan dalam pembangunan proyek IKN tahap pertama," kata Bahlil di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta Pusat, Senin (24/10).

Bahlil mengatakan nilai investasi tersebut tidak hanya dari penanaman modal asing (PMA), melainkan gabungan dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga.

Ada sejumlah negara yang bakal menjadi investor asing di pembangunan IKN. Antara lain China, Korea Selatan, Taiwan dan Uni Emirat Arab (UEA). Beberapa negara asal Eropa juga sudah ada yang berminat investasi. [idr]