Ibu Negara Korea Utara Hamil?  

TEMPO.CO, Jakarta - Foto terakhir yang menampilkan Ibu negara Korea Utara, Ri Sol Ju, menimbulkan sejumlah spekulasi. Rumor tersebut adalah wanita yang dinikahi Kim Jong Un ini sedang hamil.

Seperti yang dikutip dari Korea Herald, koran Korea Utara pada Selasa, 30 Oktober itu memasang foto perempuan berusia 23 tahun. Ri Sol Ju tampak menghadiri konser bersama suaminya. Di dalam foto, Sol Ju mengenakan jas panjang berwarna cokelat krem. Tapi, di bagian perut tampak menonjol dan pipinya pun terlihat gembil dibandingkan penampilannya ketika pertama kali muncul.

"Wajah Ri menggemuk dan badannya membesar ketimbang terakhir kali ia tampil di publik," ujar pejabat Korea Selatan yang enggan disebut namanya. Pejabat tersebut juga mengkomentari pemilihan busana Ri yang cenderung menutupi bentuk badannya.

"Secara pribadi, aku rasa dia hamil," kata pejabat itu lagi. Agensi Intelijen Nasional melaporkan bahwa Ri sebelumnya sudah melahirkan anak Kim Jong Un. Tapi, gendernya sang jabang bayi tak pernah terungkap di publik.

Menurut Huffington Post, kemunculan Ri pada konser 30 Oktober adalah kemunculan pertamanya setelah dua bulan menghilang. Selain hamil, Ri dikabarkan sempat dihukum karena lupa mengenakan pin bergambar pemimpin Korea.

Ri pertama kali dikenalkan ke seluruh dunia sebagai istri Kim pada Juli 2012. Status pernikahannya dipastikan ketika Kim bersama Ri membuka taman bermain terbesar di Korea Utara.

Meski media Korea Utara tak pernah mengungkap kapan pasangan ini menikah, laporan intelijen Korea Selatan menyebut bahwa Ri sudah pernah melahirkan. Ri dilaporkan sering menemani sang suami melakukan kunjungan lintas negara, sebelum menghilang dua bulan lalu.

DIANING SARI

Berita Terpopuler

Badai Sandy Juga Goncang Linimasa Twitter

Antara Sandy, Halloween, dan Frankenstorm

Bloomberg: Badai Sandy Kali Ini yang Terbesar

Kritik Pemerintah, Vietnam Penjarakan Penulis Lagu

Angkatan Bersenjata Libya Gagal Kuasai Bani Walid

Badai Sandy Padamkan Server

Zikir Menyongsong Sandy

 

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.