Ibu PKK Diintimidasi Wakil Lurah karena Dukung Hendardji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebebasan memilih dalam pilkada yang dijamin undang-undang, justru dinodai oleh aparat pemerintah.

Wakil Lurah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, menekan warga untuk memilih incumbent di Pilkada 11 Juli.

Ini terungkap saat acara santiaji saksi pasangan calon Hendardji Soepandji-Riza Patria, di GOR Cengkareng, Rabu (4/7/2012) malam.

Di hadapan ratusan saksi yang hadir, Ainun (42) mengaku telah diintimidasi hingga diminta mundur dari PKK. Intimidasi itu, kata Ainun, disebabkan dirinya menjadi tim sukses Hendardji-Riza.

"Masa saya diminta mundur dari PKK, karena saya dukung Bapak," ujar warga RW 7 kepada Hendardji.

"Saya ditanya begini, ibu kan PKK, kenapa dukung Hendardji, semua ibu-ibu PKK dukung Foke. Yang ngomong gitu wakil lurah, namanya Firman," ungkap Ainun.

Wanita berkerudung itu pun menceritakan perlawanannya, hingga ia tidak dibolehkan mengajak ibu-ibu PKK lain oleh sang wakil lurah.

"Kalau enggak boleh ngajak-ngajak gimana? Padahal, saya ini kan tim sukses Bang Adji," tutur Ainun.

Menanggapi hal itu, Hendardji meyakinkan pendukungnya untuk tidak gentar menghadapi tekanan dari lawan politik. Cagub yang akrab disapa Bang Adji pun berjanji mendatangi sang wakil lurah.

"Saya akan datangi, termasuk datang ke rumah ibu segera. Besok saya langsung kirim tim ke sana," tegasnya.

Menurut mantan Danpuspom, aparat pemerintah seharusnya netral dan melindungi hak pilih warganya, bukan malah menekan dan mengancam.

"Tak ada yang boleh menekan pendukung saya. Mengintimidasi pendukung saya sama dengan mengintimidasi saya!" seru Hendardji disambut tepuk tangan dan yel-yel hadirin. (*)

BACA JUGA

  • Buruh Kawasan Berikat Nusantara Dukung Hidayat-Didik
  • Hendardji: 40 Balita Gizi Buruk, Pemprov DKI Gagal
  • Hendardji : Satpol PP Jangan Mulai Hukum Rimba
  • Jokowi, Temulawak dan Musik Cadas
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.