Ibu RT yang cabuli ABG bakal diusir dari kampung

MERDEKA.COM. EM, ibu RT di Perumnas Korpri Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu, Bengkulu, yang cabuli ABG telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Terkait hal itu, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kota Bengkulu, Effendi Saleh menilai tindakan EM tergolong tindak asusila berat.

Effendi akan memberikan sanksi berat terhadap EM. "Selain cuci kampung dan dipermalukan di depan umum juga akan mengusir pelaku dari lingkungan tempat tinggalnya," ujar Effendi di Bengkulu, Kamis (18/4).

Effendi mengatakan, EM yang notabenennya seorang ibu harus menjadi teladan bagi anak-anak. Sanksi adat yang diterapkan terhadap EM pun merupakan hasil rapat antara BMA dengan kelurahan setempat. "Dan memutuskan EM akan menjalankan semua sanksi yang juga telah disepakati oleh masyarakat," tandasnya.

Sebelumnya, EM, Ibu RT benar-benar berperilaku tidak terpuji. Saat suami sedang sakit, ia malah mencabuli belasan remaja pria di rumahnya.

"Biasanya pelaku mengajak korban ke rumahnya. Kemudian diajak berhubungan badan," kata Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Hery Wiyanto kepada merdeka.com, Rabu (17/4).

Kasus pencabulan yang dilakukan Em terbongkar setelah salah satu korban yang masih ABG mengadu ke ibunya. Korban mengeluh sakit pada kelaminnya. Mendengar itu, sang ibu korban langsung berang.

Pengakuan EM, ia melakukan perbuatan itu karena suaminya EM telah enam tahun menderita sakit. Hal itu membuat EM gelap mata, karena tidak pernah mendapatkan kepuasan batin dari sang suami.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.