Ibu Sri Sedih Ternyata Adiknya Ada di Kapal Selam TNI yang Tenggelam

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Indonesia berduka cita atas gugurnya para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam peristiwa hilang dan tenggelamnya kapal selam militer KRI Nanggala 402 di perairan utara Laut Bali.

Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga dari salah satu prajurit TNI Angkatan Laut, Sersan Dua TTU, Lutfi Anang di Jalan Sumatera Dik 2 Bawah, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua.

Dinas penerangan Pangkalan Utara Angkatan Laut (Dispen Lantamal) X dalam keterangan resminya dilansir VIVA Militer, Selasa 27 April 2021, mendatangi rumah keluarga almarhum. Rumah itu ditempati Ibu Sri Dariningsig, beliau merupakan kakak kandung dari Serda Lutfi.

Ibu Sri menceritakan, dia sangat terkejut ketika mendapatkan kabar KRI Nanggala 402 hilang saat melakukan latihan penembakan torpedo SUT di perairan Laut Bali pada 21 April 2021.

Dalam kondisi itu, Ibu Sri dan keluarga hanya dapat berdoa agar KRI Nanggala 402 yang diawaki adik kandungnya itu bisa segera ditemukan. Namun, Tuhan berkehendak lain, beberapa hari kemudian KRI Nanggala ditemukan dan semua awaknya dinyatakan gugur termasuk juga Serda Lutfi.

"Dengan terus berdoa setiap hari saya yakin KRI Nanggala dan adik saya Lutfi dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Tapi setelah memantau perkembangan berita dan Presiden menyatakan bahwa KRI Nanggala dinyatakan tenggelam dan ditambah keterangan dari Panglima TNI bahwa seluruh awak kapal dinyatakan gugur, saya sangat sedih," kata Ibu Sri.

Saat ini harapan terbesar Ibu Sri dan keluarga ialah berharap jenazah Serda Lutfi dan semua awak KRI Nanggala bisa ditemukan dan dievakuasi untuk dimakamkan secara layak.

Perlu diketahui, Serda Lutfi merupakan putra keenama dari pasangan Mukayid dan Andar. Mereka merupakan transmigran yang sejak 1997 bermukim di Bonggo, Papua.

Serda LutfiIa tercatat sebagai lulusan SMP Hikmah Yapis Jayapura tahun 1998/2000 dan SMA Negeri 2 Jayapura tahun 2000/2003. Selepas lulus SMA ia kemudian mendaftarkan diri menjadi prajurit TNI AL di Lantamal V Jayapura (sekarang Lantamal X) dan lulus menjadi prajurit TNI AL sejak 7 Januari 2004.

Baca: Ternyata Ada Kapal Selam Militer Amerika Hilang Ditelan Laut Bali