Ibu Tersangka Penikaman Salman Rushdie Sebut Anaknya Berubah Sejak dari Timur Tengah

Merdeka.com - Merdeka.com - Ibu dari tersangka penikaman penulis Salman Rushdie mengatakan anaknya itu "berubah" dari sosok yang "suka bergaul, penyayang" menjadi anak yang "tertutup" setelah mengunjungi Timur Tengah pada 2018.

Penulis novel terkenal Ayat-Ayat Setan Salman Rushdie, 75 tahun, ditikam pemuda 24 tahun bernama Hadi Matar di New York, Amerika Serikat. Rushdie mengalami luka serius dan kemungkinan kehilangan matanya. Dia kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Silvana Fardos, ibu tersangka mengatakan putranya bertanggung jawab atas perbuatannya dan dia sendiri tidak tahu siapa Salman Rushdie itu.

Fardos, 46 tahun, menuturkan dia tinggal bersama putranya itu di New Jersey dan dia mengetahui kejadian ini dari putrinya yang menelepon untuk memberi tahu ada agen FBI di depan pintu rumah.

"Saya menerima telepon dari putri saya. Saya sedang bekerja dan dia mengatakan FBI sudah di sini--Saya terkejut," kata dia.

Fardos mengatakan putranya itu pergi ke Libanon untuk bertemu ayahnya Hassan Matar pada 2018.

"Dia tinggal di sana hampir 28 hari tapi di sana dia kurang berhubungan baik dengan ayahnya. Dia merasa sendirian," kata Fardos, seperti dilansir laman the Independent, Senin (15/8).

Pemuda itu setelah pulang tinggal di lantai bawah, tidur selama siang dan bangun lalu makan pada waktu malam, kata Fardos. Dia lahir di AS dari kedua orang tuanya asal Libanon.

"Saya inginnya dia pulang itu termotivasi, menyelesaikan sekolah, mendapat gelar, dan pekerjaan. Tapi dia malah mengurung diri di lantai bawah. Dia banyak berubah, dia tidak berbicara apa pun dengan saya atau adiknya berbulan-bulan."

Fardos kemudian memperhatikan anaknya itu menjadi lebih religius dan dia sempat bertanya mengapa ibunya tidak mengenalkan dirinya kepada Islam sewaktu kecil.

"Saya orang Libanon tapi saya tinggal di sini sudah 26 tahun. Saya hidup sebagai orang tua tunggal, berusaha mencari nafkah untuk anak-anak saya.

"Saya tidak peduli dengan politik. Saya tidak religius. Saya lahir sebagai muslim dan hanya itu. Saya tidak memaksa anak saya belajar Islam atau memaksanya melakukan sesuatu. Saya tidak kenal siapa pun di Iran, semua keluarga saya di sini."

Matar kini didakwa kasus percobaan pembunuhan dan penganiayaan tingkat dua oleh kantor kejaksaan. [pan]