Ibu Vicky Prasetyo Tuding Media Sering "Melintir"

TEMPO.CO , Bekasi - Ema Fauziah, ibu kandung Hendriyanto bin Hemanto atau Vicky Prasetyo, mengatakan bahwa dirinya kecewa dengan berbagai media yang seolah-olah menghakimi anaknya yang juga bekas tunangan Zaskia Gotik tersebut.

"Mau klarifikasi kalau live (siaran langsung), kalau klarifikasi biasa takutnya berita yang keluar miring," ungkap Ema kepada Tempo, Rabu 11 September 2013.

Klarifikasi yang dimaksud, kata dia, adalah kasus yang menjerat Vicky. Sejauh ini, berbagai media memberitakan bila Vicky terlibat kasus pemalsuan surat tanah. "Itu masalah surat kuasa, ahli waris sudah mengklarifikasi kepada kami," kata Ema.

Meski Vicky berada di dalam penjara, kata Ema anaknya dalam kondisi baik. Mendapatkan perlakuan layaknya warga binaan lainnya di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A, Bulak Kapal, Kota Bekasi. "Saya belum bisa menjenguk dia, secara psikologis saya tak syok mendengar kabar dia ditangkap. Tapi, saya syok melihat pemberitaan di media," katanya.

Vicky sendiri diketahui, memiliki istri bernama Rahma yang dikaruniai tiga anak, di antaranya Naya, 7 tahun, Mano, 3 tahun, dan Benzema, 1,5 tahun.

Kini Vicky Prasetyo mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A, Bulak Kapal, Bekasi. Dia ditangkap Tim Kejaksaan Negeri Bekasi, Satgas, dan Intel Kejaksaan Agung di depan Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Kejaksaan menangkap setelah media menampilkan sosok Vicky ketika tunangan dengan Zaskia Gotik.

ADI WARSONO

Topik Terhangat:

Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Jokowi Capres? | Miss World | Penembakan Polisi | Krisis Tahu-Tempe

Berita Terpopuler:

Di Twitter, Ahmad Dhani Blacklist TVOne Soal Dul

Farhat Minta Dhani Nikahi Janda Korban Jagorawi

Dapat Kabar Dul Celaka, Pacarnya Sempat Tidur Lagi

Pacar Dul: Kami Pacaran Sejak Januari Lalu

BK DPR Akan Teliti Foto Wayan Koster Merokok

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.