Ibunda Brigadir J: Ibu Putri Mana Hati Nuranimu

Merdeka.com - Merdeka.com - Makam Brigadir J dibongkar oleh tim Forensik Mabes Polri untuk dilakukan autopsi ulang, guna memastikan penyebab kematiannya. Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak berteriak histeris sambil menyebut nama Putri.

"Ibu putri mana hati nuranimu, kamu adalah seorang ibu teganya dirimu yang menuduh anakku sampai seperti ini," teriak Rosti, Rabu (27/7).

Belum diketahui pasti siapa sosok perempuan bernama Putri yang disebut oleh Rosti. Apakah istri dari Irjen Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi atau sosok yang lain.

Namun memang kasus kematian Brigadir J ini erat kaitannya Putri Candrawathi. Bahkan beberapa waktu lalu Polri juga telah memeriksa Ferdy Sambo bersama Putri dalam perkara polisi tembak polisi di rumah keduanya, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).

Rosti yang berteriak histeris, lantas dibopong oleh keluarga ke tenda yang telah dipersiapkan polisi untuk menenangkan diri.

Di tempat yang sama, tante Brigadir J, Rohani Simanjuntak berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat mengungkap kasus kematian keponakannya secara transparan.

"Harapannya kepada bapak presiden dan kapolri mohon kasus kami ini diungkap dengan benar dan transparan dan berikan kami keadilan," kata Rohani.

Makam Brigadir J mulai digali pada pukul 7.37 WIB. Peti jenazah Brigadir J lalu dikeluarkan dari liang lahat.

Pihak keluarga terlebih dahulu memfoto peti jenazah setelah dibuka tim forensik Mabes Polri dan tim independen. Setelah selesai di foto keluarga, peti jenazah langsung diangkat ke ambulans dibawa ke RSUD Sungai Bahar, untuk dilakukan autopsi ulang.

Sebelumnya, dokter forensik memperkirakan proses autopsi akan berlangsung lebih lama dari autopsi biasa.

"Proses autopsi butuh waktu 3-4 jam, karena jenazah sebelumnya sudah diberi formalin," kata Dokter Forensik Erni Situmorang seusai memeriksa perlengkapan autopsi di RSUD Sungai Bahar, Selasa (26/7).

Ia mengatakan, pengumuman hasil autopsi belum sepenuhnya bisa diumumkan pada hari yang sama. Diperkirakan 70 persen hasil diketahui setelah proses autopsi selesai.

"Mungkin lebih lama dari biasanya. Biasanya 2 jam. Ini bisa 3-4 jam karena sudah diformalin. Kita harus membersihkan dulu karena kalau terisap bisa kanker paru-paru," kata Erni.

Sementara itu, tim pengacara keluarga Brigadir J, Jhonson Panjaitan mengatakan, beberapa bagian organ tubuh almarhum Brigadir J, dicurigai akibat penganiayaan akan diperiksa dan dibawa ke Jakarta.

Menurut Jhonson, hal itu hasil dari pembicaraan disampaikan tim forensik Mabes Polri dengan tim independen serta pihak perwakilan keluarga.

"Untuk beberapa organ tubuh dari Brigadir Yoshua akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan karena di Jambi tidak bisa dilakukan," kata Jhonson Panjaitan di Jambi, Rabu (27/7).

Reporter: Hidayat [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel