Ibunda Brigadir J: Tolonglah Handphone Anakku Diberikan Kepada Kami

Merdeka.com - Merdeka.com - Ibunda Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Rosti Simanjutak, meminta Handphone anaknya dikembalikan. Hingga saat ini handphone Yosua yang dinilai menyimpan bukti kuat tidak diketahui rimbanya.

Kala itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan mengenai kapan Rosti terkahir kali berkomunikasi dengan anaknya

Rosti menceritakan menjelang terakhir komunikasi dengan Yosua, pada tanggal dua Juli dimana Brigadir J berpamitan kepada orangtuanya yang hendak akan pergi ke Magelang untuk tugas pengawalan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Melompat hingga ketanggal delapan Juli, dimana pada tanggal tersebut merupakan komunikasi terakhir antara Yosua dengan orangtuanya.

Rosti mengungkapkan terakhir komunikasi dengan anaknya sekitar jam 10.05 yang kala itu Yosua tengah meng-upload foto ke grup WhatsApp Grup yang sedang mandi di pemandian air panas. Hal tersebut lah yang menjadi komunikasi terakhir Yosua

"Kalau bisa tolonglah handphone anakku dan semua alat komunikasinya berikan kepada kami, tunjukan barang bukti di situ semua tertera," ungkap Rosti dengan menetes kan air mata.

Sebelumnya juga, Ibu Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak meneteskan air matanya sambil menceritakan sosok dari anaknya.

Hal tersebut ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya kepada Rosti untuk menceritakan bagaimana sosok Yosua sehari - harinya.

Awalnya Rosti menceritakan sosok Yosua merupakan anak yang paling patuh, ceria, dan sosok yang menggemaskan. Bahkan hormat kepada siapapun.

"Karena saya menyarankan sebagai ibu seorang pendidik memang selalu saya sarankan anak saya agar berbuat baik dimana pun berada," ungkap Rosti dengan suara yang bergetar di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Rosti menceritakan bahwa sosok dari Yosua bukan lah orang tidak pernah menyakiti teman. Terlebih kepada rekan - rekannya.

"Disini lah saya sebagai ibu begitu hancurnya, begitu tersayat - tersayat hatiku, mendengar berita almarhum Yosua terbunuh dengan sadisnya ditangan atasannya," ungkap Rosti dengan menetaskan air mata.

Rosti menuturkam seharusnya sosok Ferdy Sambo sebagai atasan dari Yosua memberikan perlindungan dan keamanan. Sebagaiman Yosua terus mengawal FS dan keluarganya dalam tugasnya setiap hari.

"Itulah perilaku anaku dari kecil hingga besar, anak yang patuh, anak yang bertanggungjawab yang setiap pada kerjaannya dan taat beribadah yang selalu menyarankan mamanya, kakaknya, dan adik - adiknya jangan lupa beribadah, jangan lupa berdoa, jangan lupa membaca alkitab," ungkap semua Rosti. [rhm]