Ibunda Rachel Vennya Ungkap Alasan Tak Pernah Dampingi Putrinya Jalani Pemeriksaan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ibunda Rachel Vennya, Viens Tasman, baru-baru ini meluapkan kekesalannya terhadap seorang wartawan yang meliput putrinya saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu. Dari video yang diunggah ke Instagram, Viens Tasman menunjukkan sebuah momen saat Salim Nauderer, kekasih Rachel Vennya diduga cekcok dengan seorang wartawan.

Dalam video tersebut, seorang wartawan tersebut menuding bahwa Salim Nauderer telah memukulnya. Sementara Salim tak merasa melakukan hal tersebut.

Akibatnya, aksi saling dorong di antara pewarta dan Salim Nauderer pun sempat terjadi. Maklumlah, kasus yang membelit Rachel memang menarik perhatian publik sangat besar dan banyak pewarta yang meliput di setiap jadwal pemeriksaan selebgram tersebut.

Rupanya, ini yang menjadi salah satu alasan mengapa Viens Tasman tak pernah ikut mendampingi putrinya menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tak Dibolehkan

Selebgram, Rachel Vennya usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, Senin (8/11/2021). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Selebgram, Rachel Vennya usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, Senin (8/11/2021). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

"Kl penuhin panggilan mereka selalu takut ketemu wartawan, gak semua mgkn ada 1/2 yg memakai kode etik, tp byk skali yg tdk pake kode etik, bukan cuma mengintimidasi mrk jg anarkis & provokator, saya ga pernah diblhin ikut panggilan krn sanksi social yg mrk terima, parah? Udh puas?" tulis ibunda Rachel Vennya pada Selasa (9/11/2021).

Tak Ditahan

Selebgram Rachel Vennya saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2021). Rachel memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk dimintai klarifikasi terkait kasus dugaan kaburnya dari tempat karantina usai pulang dari luar negeri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Selebgram Rachel Vennya saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2021). Rachel memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk dimintai klarifikasi terkait kasus dugaan kaburnya dari tempat karantina usai pulang dari luar negeri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Selanjutnya, ibunda Rachel Vennya juga menjelaskan alasan Rachel Vennya tidak ditahan meskipun sudah berstatus tersangka. Pasalnya, hal ini juga begitu sering dipertanyakan oleh warganet.

"Mereka sudah mnt maaf dan mereka sdg menjalani proses hukum! Kalian yg blg tdk ditahan dsb tau peraturan hukum gak? Alasan knp mrk gak ditahan? Krn mrk kooperatif, tdk menghilangkan barang bukti dsb," sambungnya.

Kritik

Rachel Vennya pamer penampilan baru usai berat badan turun sampai 9 kg. (Sumber: Instagram/rachelvennya)
Rachel Vennya pamer penampilan baru usai berat badan turun sampai 9 kg. (Sumber: Instagram/rachelvennya)

Tak hanya itu saja, ibunda Rachel Vennya juga menyoroti sikap beberapa wartawan yang kerap menimbulkan kericuhan, serta mengenai protokol kesehatan dari para wartawan yang meliput di lokasi.

"Dan setiap plg dr panggilan mrk selalu shock sama wartawan, mrk mendorong, menarik, bahkan diem2 mereka memukul, mencubit. Hak mrk klo mrk ingin diam! kewajiban mrka menjawab ke penyidik! Memaki mrk krn tidak taat oleh peraturan pemerintah,tp kalian wartawan taat prokes? Seperti inilah kalian kl membenci, bahkan klian ga tau apa yg sdh mrk alami," bebernya lagi.

Tak Membela

Rachel Vennya. (Foto: Instagram @rachelvennya)
Rachel Vennya. (Foto: Instagram @rachelvennya)

Di akhir unggahannya itu, Viens Tasman menegaskan bahwa ia tidak membenarkan perbuatan putrinya. Namun yang pasti saat ini Rachel Vennya telah bertanggung jawab atas kesalahannya.

"Tdk ada pembelaan untk kesalahan mereka, yg penting mrk bertanggung jawab dan itu yg sdg mrk lakukan," tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel