Ibunda Ustad Jefry Tulis Buku 'Untukmu Uje'  

TEMPO.CO, Jakarta - Duka mendalam masih dirasakan Umi Tatu Mulyana, ibu kandung almarhum Ustad Jefri Al Buchori. Rasa kehilangan setelah kepergian sang putra dituangkannya dalam sebuah buku berjudul Untukmu Uje.

»Jadi, dalam buku ini, Umi curahkan isi hati Umi selama beliau (Uje.red) hidup. Karena selama hidup itu mayoritas berbuat kebaikan. Sekarang Umi tahu bahwa sekian banyaknya jemaah yang bercerita sama Umi tentang kebaikan Uje,” katanya saat ditemui di kawasan Jayakarta, Jakarta, pada Jumat, 10 Mei 2013.

Buku setebal 118 halaman ini dirampungkan Umi dalam kurun waktu tiga hari saja. Meski demikian, Umi Tatu Mulyana merasa buku ini belum lengkap menggambarkan perjalanan hidup sang ustad gaul.

»Singkat aja cuman tiga hari. Buku ini belum begitu sempurna, nanti akan diterbitkan lagi buku tentang Uje berikutnya, sejarah Uje yang lengkap,” katanya.

Ustad Jefri Al Buchori meninggal pada Jumat silam, 26 April 2013, dalam kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor. Saat pemakaman berlangsung, ribuan orang mengantar jenazah Uje ke persinggahan terakhir. Suasana yang sama tampak ketika acara doa dalam rangka peringatan tujuh hari meninggalnya sang ustad. Jemaah dari berbagai daerah tumpah ruah di rumah Uje untuk berdoa.

NURUL MAHMUDAH

Terhangat:

Teroris | Edsus FANS BOLA | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Baca Juga:

Reuni Mesra Ahmad Fathanah & Istri Mudanya

PKS Bungkam Soal Kicauan Mahfudz Siddiq

KPK: PKS Jangan Membalikkan Fakta

Fatin Lupa Lirik, Bebi: Ini Bukan Idola Cilik

Ahok: Komnas HAM Tidak Paham Keadilan

Rumah Seharga Rp 5,8 M, Fathanah Masih Nunggak

Ahok: Pemprov Tak Perlu Datang ke Komnas HAM

Istri Wali Kota Belanda Berebut Foto Bareng Jokowi

Ahok Ingin Tahu Alasan Detil Penolakan Deep Tunnel

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.