Ical Nilai Kondisi Nasional di 2022 Stabil dan Minta Waspadai Situasi Politik 2023

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, bangsa dan negara telah menjalani tahun 2022 dengan cukup dinamis, baik dalam aspek pemerintahan dan kemasyarakatan. Pria karib disapa Ical ini mengamini, bahwa secara umum kondisi nasional sepanjang tahun ini bisa disebut stabil.

"Hal itu ditandai dengan beberapa keberhasilan," ujar Ical melalui siaran pers Catatan Akhir Tahun Dewan Pembina Partai Golkar seperti dikutip, Jumat (30/12).

Meski begitu, Ical mencatat, ada sejumlah poin penting yang harus digaris bawahi. Pertama, soal perekonomian nasional tahun 2022. Menurut dia, terdapat trend pertumbuhan positif dari 5,01% di kuartal I naik menjadi 5,72 % di kuartal III setelah pemerintah dan masyarakat melampaui masa kritis pandemi Covid dalam 3 tahun terakhir.

"Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh konsumsi domestik dan ekspor beberapa komoditi andalan yang berasal dari sumber daya alam serta keberhasilan dari hilirisasi pengolahannya," urai Ical.

Kedua, Ical juga mencatat keberhasilan pemerintah dalam penyelenggaraan pertemuan pemimpin kelompok negara G-20. Hal tersebut menandakan peran strategis Indonesia dalam tingkat global yang diharapkan membawa dampak positif perekonomian nasional, terutama peningkatan investasi dan perdagangan

"Situasi sosial politik yang relatif stabil dan trend pertumbuhan ekonomi yang positif ini merupakan modal untuk memasuki tahun 2023 dengan optimis," yakin Ical.

Meski demikian, lanjut Ical, negara juga perlu kewaspadaan menyambut tahun 2023. Khususnya, berdasarkan situasi politik nasional menjelang Pemilihan Umum tahun 2024 dan ancaman resesi dunia 2023.

"Bagi bangsa Indonesia Pemilu tahun 2024 merupakan momen perubahan 5 tahunan berdasarkan konstitusi Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945. Wanbin-PG mengingatkan bahwa setiap komponen bangsa hendaknya bertanggung jawab mensukseskannya," wanti Ical.

Ical meyakini, Pemilu 2024 adalah pemilu serentak yang terdiri dari pemilihan legislatif (pileg) dan pemilhan presiden (pilpres) dilanjutkan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada). Oleh karena itu, kontestasi 5 tahunan yang diikuti oleh partai politik peserta pemilu dan calon presiden/wakil presiden ini sering ditandai dengan ‘riuh-rendah’ dan terkadang diwarnai kegaduhan.

"Kami mengingatkan bahwa setiap peserta pemilu harus bekerja sama mensukseskan pemilu 2024 sebagai pesta demokrasi dengan bersaing secara sehat dan lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa serta melaksanakan prinsip jujur dan adil," minta Ical.

Ical berharap, Pemilu 2024 dapat menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin yang berkualitas. Dia berpendapat bahwa kontestasi pemilu 2024 hendaknya merupakan momen kelanjutan , perbaikan dan perubahan bagi bangsa.

"Melanjutkan keberhasilan yang sudah dicapai, perbaikan dari kekurangan dan perubahan kearah yang lebih baik. Pilpres 2024 tidak hanya memilih seorang calon presiden karena popularitasnya tapi juga memilih seorang pemimpin bangsa yang dapat mengayomi," tuturnya.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com [eko]