Ical: Semua presiden Indonesia memiliki warisan

MERDEKA.COM. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan jika seluruh Presiden Indonesia, mulai Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono memiliki warisan atau peninggalan positif bagi bangsa.

"Selama enam kali pergantian presiden di Tanah Air, semua mempunyai peninggalan positif bagi bangsa Indonesia. Presiden pertama RI Soekarno, warisannya telah mempersatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke dalam satu cita-cita dan pemerintahan dalam satu bangsa yang merdeka," tegasnya di Malang, Jatim, Sabtu.

Aburizal Bakrie mengemukakan hal itu ketika menjadi pembicara dalam kuliah tamu 'Landscape Pembangunan Bangsa Indonesia' di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Demikian dilansir dari Antara, Sabtu (6/4).

Lebih lanjut, Ical mengatakan, presiden kedua RI Soeharto memiliki warisan membangun bangsa yang modern, presiden ketiga RI BJ Habibie yang hanya satu tahun memimpin bangsa Indonesia mampu meletakkan dasar-dasar demokrasi di Indonesia, bahkan jauh sebelumnya telah memberikan kebanggaan bagi bangsa Indonesia di bidang teknologi.

Sementara presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga telah menanamkan pola egaliterian, sehingga semua orang sama alias tidak ada lagi perbedaan, presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri juga telah mendesain pembangunan sedemikian rupa dengan desentralisasi kewenangan.

Bahkan, tegasnya, presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono juga telah memberikan yang terbaik bagi bangsa ini dengan membongkar sendi-sendi korupsi.

"Namun demikian, sampai sejauh ini kita masih belum mampu mencapai negeri yang benar-benar modern, demokratis serta makmur, di mana tidak ada lagi kesenjangan yang mencolok antara kehidupan yang kaya dengan yang miskin," tuturnya.

Oleh karena itu, katanya, ke depan, masyarakat Indonesia paling tidak harus mampu mengejar pendapatan per kapita sebesar 45 ribu dolar AS/tahun pada tahun 2045. Sementara saat ini pendapatan per kapita penduduk baru sebesar 3.700 dolar AS.

Menurut dia, untuk menjadi bangsa yang maju dan modern tersebut harus mampu membangun perekonomian dengan pertumbuhan yang tinggi, yakni sekitar 8 persen. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mencapai 6,2 persen.

Selain itu, sektor pertanian juga harus dibangun agar tidak bergantung pada negara lain, meski tidak bisa 100 persen swasembada pangan.

"Masih banyak yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan menjadi negara yang maju dan modern. Kita jangan lagi mempunyai mental dijajah dan dalam diri kita harus tertanam kuat bahwa Indonesia bisa menjadi yang terbaik," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.