Ical Tak Masuk Survei Capres 2014, Golkar Tak Marah

Liputan6.com, Jakarta: : Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah merilis sejumlah nama yang dianggap layak menjadi capres alternatif dalam Pilpres 2014 mendatang. Namun nama calon presiden dari Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak muncul. Meski demikian partai berlambang pohon beringin tersebut tidak naik darah.

 

"Golkar tidak marah nama ketua umumnya tidak masuk (survei LSI). Tapi itu masukan yang penting untuk bisa meningkatkan ratingnya sendiri, meningkatkan elektabilitasnya Pak Ical sendiri," kata Ketua DPP Partai Golkar Agung Laksono di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2012).

 

Agung menilai survei yang digelar LSI tersebut bukan berdasar pendapat publik. Tapi hanya pendapat dari tokoh-tokoh. "Lebih dari 220 tokoh yang menilai orang-orang yang sudah ada itu dengan kriteria mendasar, seperti tidak ada KKN dan sebagainya," tambah dia.

 

"Sekali lagi, itu bukan polling pendapat dari masyarakat, tetapi pendapat dari tokoh-tokoh tentang kualitas calon," tegasnya lagi.

 

Menurut Agung, Gokar memiliki pandangan tersendiri untuk mengusung Ical maju sebagai calon RI-1. Pertimbangannya, karena Ical adalah orang terbaik dari kader yang ada di partai tersebut.

 

"Jadi dia bisa maju sebagai kandidat presiden. Bahwasanya ada penilaian lain, itu hanya sebagai masukan. Kami tetap berpegang pada elektabilitas dulu sekarang," jelas Agung.

 

Lantas apakah Golkar tertarik menggandeng Mahfud MD sebagai pasangannya dalam Pilpres 2014 mendatang Agung mengaku hal ini belum dibicarakan secara internal. Namun ia mengaku hal tersebut bisa saja terjadi.

 

"Tapi arahnya kemungkinan besar dari Jawa. Itu biasa, pasangannya Jawa, luar Jawa. Apakah sipil atau militer, kita lihat perkembangan nanti. Kalau sipil, mungkin saja Mahfud," kata pria kelahiran 63 tahun lalu itu.

 

Survei LSI menempatkan Mahfud MD paling teratas sebagai capres alternatif 2014 dengan 79% responden. Disusul Dahlan Iskan 76%, Sri Mulyani Indrawati 71%, Hidayat Nurwahid 71%, Agus Martowardoyo 68%, Djoko Suyanto 67%, Gita Wiryawan 66%, Chairul Tanjung 66%, Endriartono Sutarto 66%, Surya Paloh 64%, Pramono Edhie Wibowo 64%, Sukarwo 63%, Puan Maharani 61%, Kristiani Herawati Yudhoyono 60%.(ALI)