ICB Bumiputera Balikpapan Diserbu Puluhan Warga

Metrotvnews.com, Balikpapan: Puluhan warga menyerbu kantor Bank ICB Bumiputera Cabang Utama Balikpapan, Kalimantan Timur. Mereka berunjuk rasa terkait seorang nasabah yang di masukkan dalam daftar hitam atau blacklist perbankan sehingga ia tak bisa lagi menjalankan usahanya.

Unjuk rasa dilakukan di areal parkir depan pintu masuk bank di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (4/4). Mereka membawa poster yang memprotes kebijakan perbankan.

Aksi digalang seorang nasabah bernama Syahrudin. Ia tak terima pihak bank memasukkannya dalam daftar hitam lantaran tak menunaikan kewajibannya. Sehingga ia pun mengalami kredit macet.

Tindakan Syahrudin beserta 50 warga lainnya membuat puluhan karyawan dan nasabah bank kalang kabut. Betapa tidak, mereka terjebak di dalam gedung lantaran demonstran menutup pintu masuk bank.

Pengunjuk rasa sempat beradu mulut saat polisi meminta mereka membuka pintu masuk bank. Pengunjuk rasa menolak. Namun polisi tetap memaksa karena aksi itu mengganggu kegiatan pelayanan bank.

Pintu bank akhirnya dibuka setelah Syahrudin dan ICB Bumiputera mencapai kesepakatan. Kegiatan pelayanan bank pun kembali berjalan lancar.

Kuasa hukum Syahrudin, Stevanus, mengatakan pihaknya merasa dirugikan ICB Bumiputera. Ia menuntut pihak bank melakukan kliring atau penyelesaian pembukuan dan pembayaran.

Di lain tempat, pengacara ICB Bumiputera, Yola, mengakui Syahrudin di-blacklist Bank Indonesia atas kasus kredit macet.(Muhammad Hilmansyah/***)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.