ICCWA Siap Bantu Pelaku Usaha Indonesia Menjangkau Pasar Australia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar baik dari Perth, Australia Barat. Telah terbentuk kamar dagang khusus untuk pengusaha Indonesia yang berada di kawasan tersebut yaitu Indonesian Chamber of Commerce Western Australia (ICCWA).

Organisasi nirlaba ini dibentuk dengan semangat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui berbagai cara termasuk sebagai jembatan hubungan bisnis antara pengusaha yang berada di Indonesia dengan pengusaha Indonesia yang berlokasi di Australia Barat.

Pembentukan ICCWA tidak lepas dari kesepakatan bilateral yang ditandatangani Presiden Joko Widodo tahun 2020 yakni Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Kesepakatan ini memberikan jaminan bebas bea untuk ribuan jenis produk dari Indonesia untuk masuk ke pasar Australia.

Pada 28 Januari 2021 lalu, ICCWA menyelenggarakan forum bisnis pertamanya yang mendapat sambutan luar biasa dari berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan pemerintah dari kedua negara, KADIN Indonesia, APINDO, para pebisnis dan profesional Indonesia yang berada di Australia Barat, serta perwakilan kamar dagang dari negara sahabat.

Forum Bisnis bertema ‘Creating Business Opportunities between Indonesia and Australia’ ini didukung oleh Konsulat General RI di Perth dan dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia, Kristiarto S. Legowo yang datang secara khusus dari Canberra. Selain itu hadir pula Hon. Bill Johnston MLA, Menteri Pertambangan dan Minyak; Energi; Hubungan Industri untuk wilayah Australia Barat serta apresiasi dari Bapak Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM (virtual langsung dari Jakarta).

Puncak acara ini adalah diskusi panel dengan narasumber yang kompeten di bidangnya untuk membahas manfaat dari free trade kedua negara, produk yang bernilai jual tinggi dan bebas biaya masuk hingga bagaimana para pebisnis bisa memulai itu semua. Beragam pertanyaan dilontarkan kepada para panelis yang juga bersemangat atas antusiasme para pebisnis dan profesional yang hadir saat itu.

Sebagai seorang pengusaha sekaligus ketua dari ICCWA, dalam pidatonya Yudy Kodratjaya menyampaikan ICCWA dibentuk sebagai suara komunitas bisnis Indonesia di Australia Barat yang memiliki aspirasi yang serupa. Organisasi baru ini akan berusaha menciptakan ekosistem yang sehat dan mensejahterakan anggotanya dengan membentuk jaringan yang saling terhubung erat.

“Berbagai informasi, akses atas peluang bisnis baru, basis data keanggotaan yang beragam, networking, workshop, hingga trading expo, adalah hal-hal yang akan diusahakan oleh ICCWA. Tidak menutup kemungkinan bahwa ICCWA menjadi suara yang berpotensi mempengaruhi kebijakan pemerintah Indonesia,” jelasnya dalam keterangan tertulis

Ke depannya, Yudy juga mengatakan bahwa ICCWA akan memfasilitasi para pebisnis Indonesia untuk memasakan produknya sebagai komoditas impor ekspor dan terus berkembang dengan memainkan peran kami dalam meningkatkan perdagangan dan investasi antara Ausralia Barat dan Indonesia.

Peluang Ekspor Bumbu

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam sambutannya mengatakan forum ini dapat meningkatkan hubungan kerjasama ekonomi antar kedua negara serta dapat mendukung upaya pemerintah dalam mempromosikan produk UMKM Indonesia di Australia. Pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19 harus dimulai dengan memulihkan UMKM dan koperasi di dalam negeri.

Sepanjang 2020, Pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam rangka percepatan pemulihan UMKM dan koperasi dari dampak pandemi. Stimulus yang diberikan berupa: Subsidi Bunga KUR dan Non KUR, KUR Super Mikro, Insentif pajak, tambahan modal kejra koperasi melalui LPDB dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Teten Masduki juga menyampaikan harapannya, semoga melalui kolaborasi antara pemerintah, kadin, asosiasi pelaku usaha serta khususnya ICCWA yang telah memiliki jejaring bisnis di Australia dapat membuka peluand dalam meningkatkan ekspor produk UMKM Indonesia.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh pebisnis Indonesia yang berada di Perth, diwakili oleh Franklin Tirtadjaja yang telah mejalani bisnis kuliner sejak 2015.

“Sebagai pengusaha catering dan restoran, salah satu kendala terbesar adalah mahalnya harga bumbu segar di sini. Bahan dasar lain seperti rempah-rempah juga didominasi oleh produk dari Thailand, India dan Malaysia. Sayang disayangkan jika hal ini tidak ditangani mengingat Indonesia adalah negara penghasil rempah terbesar dengan komoditas yang beragam.”

Franklin menyambut baik hadirnya ICCWA dan meyakini para pelaku usaha Indonesia di Australia Barat dari berbagai jenis industri berharap ICCWA dapat menghubungkan dan menfasilitasi mereka agar usaha mereka dapat terus berkembang dan secara langsung maupun tidak langsung memberi kontribusi pada perekonomian Indonesia.

Fina Thorphe Willett, Australia Barat

Saksikan Live Report dari Perth