ICW Belum Terima Somasi Tertulis Moeldoko

·Bacaan 1 menit

VIVA – Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo, mengungkapkan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan somasi tertulis untuk mengnklarifikasi tuduhan terkait keterlibatan Moeldoko dalam bisnis Ivermectin dan bisnis beras.

"Kami sampai saat ini belum mendapat somasi tertulisnya dari Pak Moeldoko sehingga kami belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh," kata Adnan dikonfirmasi awak media, Jumat, 30 Juli 2021.

Menurut Adnan pihaknya akan menunggu surat somasi tersebut diterima lebih dahulu, barulah menanggapinya.

"Jadi kami lebih baik menunggu dulu somasi tertulisnya, daripada salah memberikan respon, karena kadang apa yang disampaikan secara lisan dengan apa yang ditulis bisa berbeda,” kata Adnan.

Sebelumnya, kuasa hukum Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Otto Hasibuan, memberikan waktu kepada peneliti lCW Egi Primayogha, untuk mengklarifikasi tuduhan yang disampaikan terkait keterlibatan Moeldoko dalam bisnis Ivermectin dan bisnis beras..

Otto mengatakan, kesempatan itu diberikan kepada peneliti ICW agar ada keadilan. Ia mengungkapkan, Moeldoko telah berpesan kepada tim kuasa hukum untuk menyelesaikan persoalan dengan baik, transparan, tanpa membuat gaduh, dan menjadikan langkah hukum sebagai upaya terakhir.

"Kesempatan ini supaya fair, supaya tidak dianggap Pak Moeldoko melampaui kekuasaan seakan antikritik. Dengan ini saya meminta memberikan kesempatan kepada ICW 1x24 jam untuk membuktikan tuduhan bahwa klien kami telah berburu rente dalam bisnis Ivermectin dan terlibat dalam bisnis beras," imbuhnya.

Baca juga: Moeldoko Beri Waktu 1x24 Jam ke ICW untuk Minta Maaf Terbuka

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel