ICW: Sejak 2018, Pelaku Korupsi Paling Banyak Perangkat Desa

Merdeka.com - Merdeka.com - Data Indonesia Corruption Watch (ICW) memberi gambaran pelaku tindak pidana korupsi yang ditindak KPK paling banyak perangkat desa. Sebanyak 363 orang.

"Nomor duanya adalah pemerintah daerah sebanyak 346 orang dan ketiganya adalah swasta sebanyak 275 orang," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana saat jumpa pers daringnya tentang Peluncuran Tren Vonis 2021, Minggu (22/5).

ICW tidak terkejut. Sebab data ini adalah temuan berulang setiap tahunnya. Perangkat desa selalu menempati peringkat satu pelaku korupsi sejak tahun 2018.

"Angka korupsi yang dilakukan oleh perangkat desa selalu naik dan puncaknya ada di tahun 2021. Begitu juga di ranah swasta dan legislatif (juga mengalami peningkatan)," jelas Kurnia.

Sebagai informasi, angka 363 orang bersumber dari total perangkat desa terlibat rasuah yang ditindak oleh Kejaksaan Agung. ICW tidak menemukan perangkat desa yang ditindak oleh KPK pada periode monitoring di tahun 2021.

Namun pada urutan kedua, total 346 orang berlatar pekerjaan pemerintah daerah (ASN) yang terlibat rasuah adalah jumlah akumulatif dari penindakan yang dilakukan KPK sebanyak 8 orang dan Kejaksaan Agung sebanyak 338 orang.

Senada, pada urutan ketiga, total 275 orang berlatar pekerjaan dari swasta yang terlibat rasuah bersumber dari penindakan yang dilakukan oleh KPK sebanyak 32 orang dan Kejaksaan Agung sebanyak 243 orang.

Sektor Swasta dan Legislatif

Terkait pelaku berlatar swasta, sebanyak 31 orang sudah ditindak oleh KPK dan 27 orang berasal dari ranah legislatif. Jumlah tersebut diyakini Kurnia menurun dibanding dengan tahun sebelumnya.

Selanjutnya, juga terjadi penurunan angka terdakwa dengan latar belakan politik yang dituntut KPK pada tahun 2020-2021 yakni 89 orang. Angka itu menurun dari jumlah dari parameter senada di tahun 2018-2019, dengan total terdakwa yang berhasil dituntut KPK yakni 96 orang.

"Ini memberikan sinyal bahwa KPK tidak banyak masuk sebenarnya dalam membongkar korupsi sektor politik oleh elite dalam belakangan waktu terakhir," tutup Kurnia.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel