ID FOOD ciptakan avatar digital pengelolaan aset perseroan

Perusahaan pelat merah induk pangan ID FOOD menciptakan avatar teknologi digital bernama Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) sebagai basis data dan informasi aset perseroan melalui pemotretan 360 derajat atau biasa dikenal dengan tur aset virtual.

"Kami menciptakan tur virtual yang menampilkan seluruh aset grup ID FOOD yang berada di 1.608 titik lokasi di seluruh Indonesia ke dalam satu sistem SIMA," kata Direktur SDM ID FOOD Endang Suraningsih dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Endang menjelaskan sistem ini merupakan data aset terintegrasi sekaligus dapat mengajak insan BUMN Pangan mengenali dan menjelajah aset-aset korporasi dengan mudah.

Menurutnya, insan pangan bisa berwisata virtual sambil bekerja sekaligus menambah wawasan mengenai aset-aset grup ID FOOD tersebut.


Dari 1.608 total aset grup ID FOOD berdasarkan titik lokasi, terdiri atas 101 aset holding pangan, 1.110 titik lokasi gabungan BUMN Pangan, dan 397 aset titik lokasi anggota ID FOOD lainnya yang tersebar di 33 provinsi dan 178 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

"Dengan tur aset virtual, insan pangan dapat menjelajahi layaknya destinasi wisata pada umumnya sekaligus mendapatkan bekal Informasi aset perseroan," jelas Endang.


Platform digital SIMA ini, lanjut Endang, masih terus dikembangkan, bahkan kelak akan menciptakan beragam avatar dari insan pangan sebagai pemandu wisata aset yang dapat menjelajahi seluruh aset milik ID FOOD melalui platform digital.

Tur aset virtual grup ID FOOD didukung elemen-elemen multimedia lain, seperti narasi data aset, musik, dan elemen lainnya supaya mudah untuk mengedukasi insan pangan, apalagi selaras dengan kondisi pandemi yang masih belum berakhir.

Baca juga: ID FOOD dukung pemerintah jaga inflasi pangan

Baca juga: ID FOOD perbaiki sektor hulu untuk antisipasi krisis pangan global

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel