ID FOOD dukung pemerintah jaga inflasi pangan

BUMN Holding Pangan ID FOOD berupaya untuk menjadi bagian dalam mendukung pemerintah menjaga inflasi pangan dengan memperluas jejaring pasar tradisional hingga menggandeng asosiasi pedagang maupun UMKM.


Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan Jakarta dan Banten punya bobot besar dalam inflasi nasional terkait volatilitas harga dengan porsi masing-masing 27 persen dan 8 persen.

"Kami berupaya untuk berkontribusi jaga inflasi pangan, khususnya di Jakarta dan Banten dengan kebutuhan tingkat konsumsi cukup tinggi melalui ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusi logistik pangan," ujarnya di Jakarta, Rabu.


Baca juga: ID FOOD sediakan pom minyak goreng curah di pasar tradisional

Frans mengatakan kunci pemerataan pangan sebagai langkah BUMN Pangan dalam memastikan ketersediaan pasokan pangan memenuhi kebutuhan masyarakat adalah melalui kemitraan strategis dengan memperluas jejaring pedagang ke pasar-pasar tradisional.

Melalui jejaring Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO), imbuhnya, ID FOOD akan menyuplai kebutuhan pangan pokok ke pedagang pasar untuk menjamin stok pangan tersedia di pasar.

Beberapa kebutuhan pangan pokok itu, di antaranya beras, gula, minyak goreng, garam, daging, ikan, dan komoditas pangan lainnya yang dikelola ID FOOD.

"Kami berkolaborasi dengan pedagang pasar agar dorong pertumbuhan ekonomi, sehingga pasokan pangan untuk masyarakat terpenuhi," ujar Frans.


Baca juga: ID FOOD perbaiki sektor hulu untuk antisipasi krisis pangan global

Ketua APPSINDO Hasan Basri mengatakan kondisi pandemi telah berdampak terhadap pedagang pasar dan UMKM, sehingga dukungan dan kerja sama pemerintah sangat diharapkan dalam memenuhi ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga.

"Para pedagang berharap kolaborasi dengan pemerintah mengenai ketersediaan pangan, seperti daging, gula dapat disinergikan dengan UMKM, misal kami butuh pemasok gula untuk 700 pedagang kue dan perajin rumah tangga, maka BUMN Pangan dapat memasok komoditas pangan tersebut," pungkas Hasan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel