IDAI minta orang tua komunikasikan vaksinasi pada anak dengan baik

·Bacaan 2 menit

Anggota Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sekaligus Ketua Pokja Imunisasi Peralmuni Cissy Rachiana Sudjana Prawira Kartasasmita meminta kepada setiap orang tua untuk bisa melakukan komunikasi terkait dengan pemberian vaksin COVID-19 pada anak dengan cara yang baik.

“Anak jangan ditakuti. Katakan pada mereka kalau itu akan sakit sedikit dan tidak lama,” kata Cissy dalam Siaran Pers Khasiat dan Keamanan Vaksin COVID-19 Untuk Anak 6-11 Tahun yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Cissy menjelaskan, penting bagi orang tua untuk menguatkan anak mereka sebelum melakukan vaksinasi. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman baik sebelum atau sesudah melakukan vaksinasi.

Pada pemahaman awal, dia menyarankan orang tua untuk menjelaskan mengenai keamanan penggunaan vaksin, berbagai manfaat yang dapat menjaga kesehatan diri dari berbagai varian virus yang ada seperti COVID-19 sekaligus kemungkinan adanya efek samping seperti lemas, lelah atau demam.

Anak juga perlu diberikan gambaran bahwa dengan disuntik vaksin, ia dapat melindungi keluarga dan lingkunganya sekaligus bisa lebih bebas beraktivitas di luar ruangan meskipun tetap memakai masker.

Baca juga: IDAI: KIPI ringan pada anak usai vaksinasi COVID-19

Baca juga: Iriana Jokowi dan Wury Ma'ruf Amin tinjau vaksinasi anak di Bandung

Menurutnya, orang tua baiknya juga memberikan penjelasan bahwa sebelum melakukan vaksinasi, anak perlu istirahat yang cukup pada malam hari serta memberitahukan di mana dan kapan anak bisa mendapatkan vaksin pada esok harinya.

Selanjutnya pada saat akan melakukan vaksinasi, tenangkan anak dengan mengatakan bahwa suntikan yang diberikan tidak terlalu sakit dan anak tidak melalui hal tersebut sendirian karena orang tua ada di samping mereka.

“Siapkan anak sedemikian rupa. Kalau bisa dibawakan catatan imunisasi yang ada, supaya bisa ditulis juga di buku itu. Itu mungkin yang harus disiapkan,” ucap dia.

Setelah disuntik, kata dia, jelaskan pada anak untuk beristirahat kembali dan pastikan anak untuk meluruskan tangannya supaya aliran di dalam tubuh tetap berjalan dengan lancar. Apabila terdapat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), segera pantau kondisi anak untuk memastikan anak membutuhkan obat atau tidak.

Terakhir, dia turut mengimbau pada semua orang tua untuk mencari informasi mengenai vaksinasi yang diselenggarakan di daerahnya dan segera membawa anak ke fasilitas terdekat untuk mendapatkan vaksin COVID-19 tersebut.

“Mudah-mudahan (vaksinasi ini) bermanfaat. Semoga kita bisa mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) segera dengan kontribusi dengan vaksin anak ini,” tegas Cissy.

Baca juga: Kemenkes: 540 ribu anak usia 6-11 tahun sudah ikuti vaksinasi COVID-19

Baca juga: Ketua ITAGI kemukakan alasan pelaksanaan vaksinasi anak di sekolah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel