IDAI: Waspadai penyakit saluran cerna pada anak usai Lebaran

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Muzal Kadim mengimbau orang tua untuk mewaspadai sejumlah penyakit saluran cerna pada anak usai perayaan Lebaran 2022.

"Penyakit saluran cerna umumnya diakibatkan perubahan pola kehidupan sehari-hari, kelelahan, stres, penurunan imunitas, makan tidak teratur, kurang tidur hingga berkumpul dengan banyak orang," kata Muzal Kadim dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Selasa.

Muzal mengatakan penyakit yang umum timbul pada permasalahan saluran cerna adalah diare, di mana aktivitas buang air besar lebih sering dari biasanya dengan feses yang lebih lembek dari biasanya.

Ia mengatakan diare bisa disebabkan sejumlah bakteri di antaranya vibrio, E coli, shigalla, salmonella, rotavirus, giardia, entamoeba, dan candida.

Baca juga: Penyakit gangguan pencernaan usai Lebaran di Jabar sekitar 5.000 kasus

Baca juga: Dokter jaga posko mudik: penyakit pencernaan paling banyak selama mudik

Pada situasi yang berat, gangguan saluran cerna kerap ditandai dengan sakit perut selama lebih dari dua hari, perdarahan, muntah hebat atau muntah berwarna hijau, demam tinggi, teraba tumor, bercak di kulit, perut tegang hingga kembung.

"Saat Lebaran banyak kambuh sembelit. Paling banyak penyebab karena laktosa, lemak, santan, protein susu, sea food, kacang, makanan pedas dan manis berlebihan. Itu bisa picu diare," katanya.

Gejala muntah hijau, kata Muzal, dikarenakan adanya sumbatan atau gangguan tertentu seperti rotavirus, biasanya butuh tindakan bedah. "Muntah biasa juga perlu diwaspadai dan kalau di awal sudah muntah hijau itu bahaya karena situasinya lebih serius," katanya.

Muzal mengatakan diare diiringi dengan perubahan warna kulit yang cenderung menguning juga bisa dikategorikan sebagai gejala hepatitis akut.

"WHO melaporkan ada 70-an kasus adenovirus walau belum dipastikan sebagai hepatitis akut. Yang diduga adenovirus bisa menular lewat droplet," katanya.

Baca juga: Penyakit infeksi pernafasan dan pencernaan serang balita
Baca juga: IDAI: Laporan hepatitis akut di Tulungagung dan Sumbar belum probable

Baca juga: UNICEF: Imunisasi lengkap dan PHBS penting cegah hepatitis akut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel