IDE Gandeng Samsung Optimalkan Blended Learning

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Metode blended learning atau pembelajaran campuran sudah diagendakan sejak lama, namun belum banyak yang mengetahui dan sadar untuk beradaptasi dengan metode ini.

Adanya pandemi mempercepat penerapan program tersebut. Kegiatan pembelajaran yang semula dilakukan di ruang-ruang kelas, saat ini harus dilakukan secara virtual atau daring dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang tersedia.

Adopsi teknologi dalam pembelajaran, juga merupakan salah satu rumusan program Kemendikbud mengenai digitalisasi sekolah sebagai upaya untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan dukungan dari semua pihak yang terkait. Itu sebabnya, PT Infrastruktur Digital Edukasi atau IDE menggandeng Samsung Electronics Indonesia mengadakan webinar dengan tema Kolaborasi Ekosistem Digital Sekolah.

“Perwujudan digitalisasi sekolah harus didukung platform yang tepat, yang dapat mengenali guru di lapangan, sehingga efektivitas belajar mengajar dapat dilakukan secara efisien,” ujar General Manager IDE, Destaria Soe’oed melalui keterangan resmi, Jumat 12 Maret 2021.

Hal senada diungkapkan IT and Mobile B2B Technical Account Manager Samsung, Henry Threstanto. Ia mengatakan, bahwa perusahaannya tidak hanya berusaha membantu dari segi penyediaan perangkat, namun juga memberikan pelatihan kepada guru-guru.

“Pelatihan ini bertujuan membantu guru-guru dalam mengoptimalkan teknologi Samsung untuk kegiatan mengajar,” tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, Samsung dan IDE dengan produk andalan Myscool serta Qampus berharap dapat berkontribusi dalam memajukan ekosistem digital pada pendidikan di Indonesia.