Ide Kreatif Dahlan Iskan untuk Sektor Parekraf yang Terpuruk, untuk Tukang Sayur hingga Pelayan Restoran

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi corona COVID-19 rupanya tak menghentikan produktifitas Dahlan Iskan. Mantan Menteri BUMN di era Presiden SBY itu makin rajin menulis lewat laman pribadinya, disway.id. Salah satu ulasan yang menarik perhatian adalah menyoal sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang terpuruk akibat pandemi ini. 

Banyak ide dilontarkan yang tertuang dalam tulisan berjudul Covid Apalagi. Tulisan yang diunggah pada 8 April itu memuat sederet cara yang bisa dilakukan para pengusaha untuk bertahan dalam situasi yang menuntut saling jaga jarak dan di rumah saja itu. 

"Sudah waktunya move on. Banting stir," tulisnya.

Ia mengingatkan agar publik tidak terobsesi mengikuti media sosial untuk mendapatkan informasi tentang COVID-19. Ia beralasan hal itu justru bisa membuat seseorang depresi dan ujung-ujungnya membuat tidak produktif.

Maka itu, adaptasi terhadap situasi menjadi kunci menghadapi pandemi, tak terkecuali dengan para pengusaha di sektor parekraf. Dahlan Iskan pertama-tama memberi saran kepada tukang sayur dengan kembali ke cara lama, yakni menjadi tukang sayur keliling.

"Ibu-ibu kan tidak mau lagi ke pasar. Waktunya Anda yang jadi pasar keliling," tulisnya.

Ide lain diutarakannya bagi para tukang cukur. Ia meminta para pengusaha barber membeli alat pelindung diri demi keselamatan dan kenyamanan antara tukang cukur dan pelanggannya. Menurut dia, peluang itu sangat terbuka mengingat rambut lelaki akan panjang serentak tak lama lagi.

"Bikinlah kios cukur terbuka. Di bawah pohon. Dengan pakaian APD Anda, Anda memang kepanasan. Berpeluhan. Tapi bapak-bapak akan lebih senang cukur di bawah pohon. Dari pada di ruang salon yang ber-AC yang mencurigakan. Saya mau jadi yang orang yang pertama cukur di bawah pohon itu. Begitu rambut saya lebih panjang terasa lebih banyak putihnya," Dahlan menuliskan.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Ide bagi Pemilik Hotel hingga Restoran

Mantan Dirut PT PLN Dahlan Iskan memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jumat (5/6/2015). Dahlan diperiksa sebagai saksi terkait korupsi proyek pembangunan 21 Gardu Listrik Jawa-Bali-Nusa Tenggara.(Liputan6.com/Johan Tallo)

Dahlan Iskan juga menuangkan buah pikirannya bagi para pemilik hotel. Ia menyarankan agar hotel yang sepi dari tamu disulap jadi tempat isolasi mandiri yang belakangan sudah mulai ditawarkan oleh sejumlah hotel.

Sebelum dialihfungsikan, pengusaha wajib melatih karyawan hotel dengan prosedur menjadi seperti perawat, termasuk membeli APD. Hotel juga bisa menawarkan jasa patroli rumah kepada calon tamu selama mereka mengisolasi diri, terutama ketika para ART pulang berlebaran.

"Dan mereka itu takut lagi ketika pembantu mereka kembali nanti. Para pembantu itu juga perlu diisolasi 14 hari. Sebelum kembali bekerja setelah lebaran nanti," ujarnya.

Ia mengimbau agar sesama pengusaha hotel saling berembuk, siapa menggarap tugas yang mana. Kemudian, mereka juga berkoordinasi dengan pemerintah lewat PHRI.

Sementara, Dahlan Iskan mengajak para petani untuk menanam buah dan sayur, terutama yang mengandung vitamin C tinggi. Sedangkan masyarakat urban diimbau menanam sayur di pot dibandingkan menanam bunga. 

"Pesta pengantin banyak yang ditunda. Salaman akad nikah pun sudah pakai perantara tali," tulisnya lagi.

Bagi pedagang asongan, ia menyarankan mereka mengganti produk yang dijajakan. Daripada rokok atau camilan, lebih baik berkeliling membawa barang-barang untuk membersihkan diri, seperti odol, sikat gigi, dan lain-lain.

Terakhir, ia pun mengusulkan agar pelayan-pelayan restoran tak ragu menjadi pengusaha dengan membuat usaha layanan kirim makanan, sayur, dan menu lainnya.

"Buatlah paguyuban di setiap sektor hunian. Saatnya kini kalian jadi pengusaha: ada tim yang masak, ada tim yang posting di instagram, ada tim yang antar makanan," usul Dahlan Iskan.

 

Strategi Kemenparekraf

Menparekraf Wishnutama saat diskusi panel VII Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Panel VII membahas transformasi ekonomi II. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, Menparekraf Wishnutama Kusubandio mengaku telah menyiapkan tiga tahapan untuk merespons dampak COVID-19 yaitu tanggap darurat, pemulihan (recovery), dan normalisasi. Pada tahap darurat, fokus perhatian adalah memberikan dukungan bagi tenaga kesehatan dengan menyiapkan akomodasi, makanan, hingga transportasi.

"Karena tenaga kesehatan saat ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus COVID-19 agar tidak meluas. Untuk itu, kita perlu support yang luar biasa juga dari berbagai pihak. Selain berkoordinasi dengan K/L dan berbagai pihak terkait dalam mengambil langkah-langkah untuk mendukung industri atau pelaku pariwisata Indonesia," kata Wishnutamadalam diskusi virtual bersama PHRI dan ASITA pada Selasa, 7 April 2020.

Terkait masa pemulihan, Wishnutama mengaku akan mengidentifikasi dampak detail akibat pandemi dan berkoordinasi dengan K/L laink. Selanjutnya, memberi dukungan kepada para pelaku parekraf dari sisi ketenagakerjaan, utilitas, keringanan retribusi, relaksasi pinjaman, pemanfaatan kartu pra kerja, hingga pelatihan online untuk SDM.

Terakhir, lanjut Menparekraf adalah tahap normalisasi yakni melakukan promosi kembali baik di dalam maupun luar negeri, hingga menyiapkan insentif untuk industri pariwisata sekaligus pelaku ekonomi kreatif. Kemenparekraf juga akan kembali menyusun keterlibatan dalam agenda-agenda internasional dan kalender event nasional untuk menunjang kegiatan wisata.

Selanjutnya, kembali membenahi destinasi khususnya dari sisi keamanan dan keselamatan, sumber daya manusia, serta daya tarik setiap destinasi. "Dan yang harus kita pelajari nantinya adalah bagaimana psikologis para traveler yang berbeda-beda. Ada yang trauma dengan wabah COVID-19 ini. Ada juga pandangan traveler karena terlalu lama di rumah sudah ingin cepat-cepat keluar untuk berwisata. Kita ingin psikologi dan pandangan traveler yang seperti ini yang berkembang," katanya.

Pada langkah awal pasca-pemulihan nantinya, Wishnutama menekankan pentingnya untuk lebih dahulu memobilisasi wisatawan nusantara (wisnus).

"Sudah tentu untuk tahap awal kita menggerakkan wisnus terlebih dahulu," katanya.

Kemenparekraf telah merealokasi anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk mendukung penanganan COVID-19. Sebanyak Rp500 miliar di antaranya digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti kerja sama dengan industri perhotelan dan transportasi dalam penyediaan akomodasi bagi tenaga kesehatan, gerakan masker kain, ajakan masyarakat untuk jaga jarak, pelatihan online serta berkoordinasi dengan K/L terkait dalam kebijakan stimulus bagi industri.

Kemenparekraf juga saat ini telah membuka jalur pengaduan dan pelaporan melalui call center dan website untuk melaporkan kondisi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan membentuk Pusat Krisis Terintegrasi. Semua itu untuk mengumpulkan masukan, data, keluhan, dan sebagainya sebagai dasar pertimbangan pengambilan kebijakan dalam upaya penanganan di situasi tanggap darurat saat ini.

"Untuk itu, para pelaku parekraf saya minta untuk segera melapor ke Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat melalui contact center COVlD-19 +628118956767 whatsapp atau email info@kemenparekraf.go.id," kata Wishnutama.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: