IDEAFEST 2020: Tantangan bagi Brand di Masa Pandemi adalah Menyampaikan Empati

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta IDEAFEST tetap digelar di tengah pandemi, dalam bentuk virtual. Tahun ini, IDEAFEST mengambil tema Restart, dimulai dari hari Jumat (13/11/2020) hingga Minggu (15/11/2020) mendatang.

IDEAFEST 2020 dihadirkan dalam 6 program utama, yaitu Conference, Ideatalks, Experiental Expo, Music, IdeaSpark Forum, dan F&B. Tidak tanggung-tanggung, akan ada lebih dari 60 sesi dari lebih dari 150 pembicara melalui 4 saluran IDEAFEST 2020.

Semua materi dan konten telah dikurasi oleh 15 kurator dengan berbagai latar belakang dan keahlian, terutama di bidang kreatif. Hari pertama IDEAFEST 2020, tema-tema yang dihadirkan lebih membahas tentang bagaimana para pelaku bisnis atau usaha dengan brand dan produk yang mereka miliki dapat bertahan dan beradaptasi di masa pandemi.

IDEAFEST 2020

Ilustrasi pelaku bisnis. Sumber foto: unsplash.com/NordWood Themes.
Ilustrasi pelaku bisnis. Sumber foto: unsplash.com/NordWood Themes.

Lia Sunarjo selaku Managing Director F&B Group mengatakan bahwa di masa pandemi seperti ini, para konsumen lebih mengharapkan empati, kejujuran, dan kepercayaan. Arki Prizananda selaku partner Greenlab menambahkan transparansi.

Ya, para pelaku usaha dengan brand dan produk yang mereka miliki diharapkan dapat memiliki rasa empati, serta dapat menunjukkannya kepada masyarakat. Tidak hanya di momen-momen yang menyenangkan, namun agar dapat bertahan di tengah kondisi yang serba tidak pasti seperti saat ini, brand diharapkan juga bisa hadir di saat momen-momen yang buruk.

"Brand harus bisa hadir in the good time and bad time," jelas Arki.

IDEAFEST 2020 diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terus bergerak maju dan memulai kembali. Tidak hanya itu, para generasi muda Indonesia yang kreatif juga diharapkan dapat menjadikan IDEAFEST 2020 menjadi wadah untuk menyalurkan ide, inovasi, informasi, dan edukasi terbaru.

Saksikan video menarik setelah ini

#ChangeMaker