Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182, DVI Utamakan Ketepatan Ketimbang Kecepatan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus berupaya untuk mengidentifikasi bagian tubuh para korban kecelakaan Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu 9 Januari 2021.

Tim tidak mematok tenggat waktu proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak itu. Selama mengidentifikasi tim DVI memastikan akan mengutamakan ketepatan dibanding kecepatan.

"Enggak ada (target) karena terpenting ketepatan bukan kecepatan," tegas Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Ahmad Fauzi di RS Polri, Jakarta pada Senin (11/1/2021).

Untuk itu, Fauzi meminta kesabaran dari pihak keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air untuk menunggu hasil kerja dari tim DVI.

"Maka kami minta kesabaran keluarga korban agar jangan salah identifikasi," harap dia.

40 Sampel DNA

Sampai Senin (11/1/2021) pagi, tim DVI telah menerima 40 sampel DNA dari para keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ 182.

"Kemudian dapat kami sampaikan sampai jam 09.00 WIB tadi, tim DVI telah mendapat 40 sampel DNA," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Senin.

Rusdi menuturkan, sebagian besar sampel didapat dari Pontianak, Kalimantan Barat. Sementara 14 sampel didapat di Rumah Sakit Polri, Jakarta.

"14 sampel itu kita dapatkan di RS Polri, kemudian 24 sampel kita dapatkan dari Pontianak, kemudian satu sampel dari Jawa Timur, kemudian satu sampel dari Sumatera Selatan sampai saat ini berjumlah 40 sampel DNA yang telah diterima oleh Tim DVI," papar Rusdi.

Rusdi menerangkan, sampel antemortem dari keluarga korban itu nantinya dicocokkan dengan sampel dari bagian tubuh korban yang telah didapatkan atau data posmortem.

"Ini kegiatan pengumpulan data antemortem, yang kedua adalah pengumpulan data posmortem, yaitu data-data fisik yang didapat melalui personal identifikation oleh tim DVI, setelah korban meninggal dunia, data-data tersebut antara lain sidik jari, golongan darah, ciri-ciri korban secara spesifik, konstruksi gigi gerigi dan lain sebagainya," tutur Rusdi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: