Identitas Korban Longsor Nganjuk: 16 Hilang, 2 Meninggal, dan 16 Luka

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Minggu petang, 14 Februari 2021, membuat sedikitnya 20 warga setempat tertimbun. Sebanyak 4 orang di antaranya ditemukan, 2 meninggal dunia, dan 2 luka-luka berat, sementara 16 korban hilang lainnya, hingga Senin, 15 Februari, masih dicari.

Selain itu, terdapat 14 warga yang terluka ringan akibat longsoran tersebut. Ditambah dua korban hilang yang ditemukan selamat dan luka-luka berat, total korban luka dalam musibah itu sebanyak 16 orang. Di luar korban orang, longsor juga menyebabkan delapan rumah warga setempat rusak parak tertimpa material longsoran.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, keenambelas korban hilang yang masih dalam proses pencarian itu ialah Pak Mur, Parmin, Sita, Putra, Yono, Umi, Dimas, Endra, Mbah Darimon, Muriyam, Sunar, Prastyo, Ram, Reihan, Yatemo, dan Yatini.

Baca: Banjir dan Longsor di Nganjuk, Puluhan Warga Dikabarkan Hilang

Sementara dua korban ditemukan meninggal dunia ialah Khasanah (45 tahun) dan Sri Utami (31) yang tengah mengandung empat bulan. Adapun dua korban ditemukan selamat dan luka-luka ialah Fatim dan Yuli. Sedangkan 14 korban luka lainnya ialah Feri Aditia, Marjuni, Yani, Kabib, Zahra, Saminem, Salwa, Slamet, Sumiati, Jumiatun, Jumadi, Narsih, Sugi Mike Wati, dan Suminem.

Berdasarkan data BPBD pula dijelaskan, bahwa tebing di Dusun Selopuro longsor sekira pukul 18.00 WIB. Titik longsor berada di dekat retakan yang ditemukan tahun sebelumnya. Guyuran hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 15.00 sampai 19.00 WIB menyebabkan tebing di lokasi melorot lalu meratakan apapun yang ada di bawahnya, termasuk delapan rumah warga.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih berjibaku dengan tanah longsoran untuk mencari 16 korban yang masih hilang. Alat berat dikerahkan. Sementara ratusan warga terdampak dievakuasi ke rumah kepala desa setempat. "Kami kirim dua tim dan satu eksavator," kata juru bicara kantor SAR Surabaya, M Tholib Vatelahan, kepada wartawan.