Identitas Korban Mutilasi Belum Terungkap

TRIBUNNEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Jasad korban mutilasi yang ditemukan di Pantai Rancung Timu, Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe, Aceh, Selasa (27/12/2011) sekitar pukul 16.00 WIB, hingga saat ini belum diketahui identitasnya.

Petugas Medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lhokseumawe telah melakukan visum terhadap korban. Namun, belum bisa menyimpulkan jenis kelamin dari jasad yang sudah berbentuk tulang belulang itu.
“Kami tadi hanya melakukan visum saja, tapi kami tak bisa menyimpulkan. Sebab untuk mengetahui jenis kelamin serta apakah itu korban pembunuhan harus dilakukan autopsi, tak bisa dilakukan hanya dengan visum,” kata dr Rosna, Rabu (28/12/2011).

Saat ini di RSUD Cut Meutia belum memiliki alat untuk melakukan autopsi. “Jika harus dilakukan autopsi, harus dibawa ke Banda Aceh atau ke Medan, di rumah sakit ini belum bisa,” katanya.

Hingga kini korban masih disimpan di kamar mayat, dan sampai pukul 15.00 WIB, kemarin belum ada pihak yang menyatakan diri sebagai keluarga dari jasad yang ditemukan itu.

Sementara itu Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kapolsek Muara Satu Lhokseumawe Iptu Ichsan kepada Prohaba menyebutkan, pihaknya juga belum bisa memastikan jenis kelamin korban dan apakah itu korban pembunuhan.

“Kita masih menunggu hasil dari RSUD Cut Meutia untuk penyelidikan lanjutan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Batuphat Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe digegerkan dengan temuan sesosok mayat dalam koper baju di pinggir pantai Rancung Timu kecamatan setempat, Selasa (27/12/2011) sekitar pukul 16.00 WIB. Diduga kuat jenazah tersebut korban pembunuhan mutilasi. (C 37)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.