Identitas Mayat Terbakar di Kupang Ternyata Mahasiswa Mercu Buana Yogyakarta

Merdeka.com - Merdeka.com - Teka-teki penemuan mayat terbakar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya terungkap. Identitas korban adalah Sebastian Bokol alias Tian, mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Kepastian identitas ini setelah polisi meneliti sampel dari kedua orang tua korban bernama Bertolomeus Radu Bani (44) dan Maria Muda Kaka (43) ke Polresta Kupang Kota.

Pasutri asal Kabupaten Sumba Barat Daya ini sebelumnya menjalani tes DNA di Bid Dokkes Polda NTT, Rabu (5/10), untuk memastikan jenazah terbakar itu merupakan anak mereka.

Tes DNA dilakukan Kasubbid Dokpol Biddokkes, AKBP dr Edi Syahputra Hasibuan dan Bripda Saint Valentino Tefnai, dengan pengambilan sampel darah, air liur, kuku dan rambut dari pasangan suami istri itu.

Sampel DNA ini kemudian dikirim ke laboratorium Pusdokkes Mabes Polri untuk pengujian bersama sampel organ tubuh korban.

"Penyidik Polresta Kupang Kota sudah menunjukkan hasil DNA kepada kami. Hasilnya, positif kalau jenazah Mr X adalah Sebastian Bokol alias Tian (21), mahasiswa Fakultas Manajemen Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMB Yogya) angkatan 2019 datang ke Kota Kupang sejak April 2022 lalu," kata perwakilan keluarga, Matius K, Kamis (10/11).

Dia mengaku, hasil DNA sumsum, tulang, gigi dan sampel lainnya identik antara korban dengan pasangan suami istri asal Kabupaten Sumba Barat Daya ini. Karena hasilnya positif, keluarga meyakini kalau Mr X yang ditemukan terbakar dan meninggal belum lama ini adalah Tian.

Keluarga pun berinisiatif membawa pulang jenazah Tian ke kampung halamannya di Kabupaten Sumba Barat Daya. Sambil menunggu proses di kepolisian, keluarga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Kupang dan Dinas Kesehatan Kota Kupang, untuk penggalian ulang kubur dan pengiriman jenazah ke Kabupaten Sumba Barat Daya.

Keluarga korban yang berada di Kota Kupang sudah mempersiapkan semua keperluan dalam rangka penggalian kubur dan pengiriman jenazah ke kampung halamannya.

"Kami menunggu proses lebih lanjut dari kepolisian. Kami sudah ke Dinas Sosial untuk berkoordinasi, karena sebelumnya jenazah ini dimakamkan oleh Dinas Sosial Kota Kupang karena saat itu belum ada pihak keluarga korban," ujar Matius.

Sementara proses hukum masih lanjut untuk mengungkap motif dan pelaku diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian. "Semua proses hukum kami percayakan kepada polisi. Kami siap membantu jika ada hal yang diperlukan terkait hal ini," tambahnya.

Matius juga belum bisa memastikan kapan proses penggalian jenazah dilakukan dan pengiriman jenazah ke Kabupaten Sumba Barat Daya. [cob]