Identitas Pemilik Jari Manusia dalam Sayur Lodeh Mulai Terungkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus jari manusia yang ditemukan dalam sayur lodeh mulai menemukan titik cerah. Hasil identifikasi dari RS Polri telah keluar.

Sebelumnya, geger warga di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT, menemukan potongan jari manusia di dalam sayur lodeh yang hendak disantap.

Hasil identifikasi RS Polri, Jakarta mengungkap bahwa jari manusia itu milik pria dewasa.

Ahli forensik RSB Titus Uly Kupang Edy Hasibuan mengatakan, potongan jari manusia yang ditemukan di dalam sayur lodeh itu milik manusia.

"Seusai informasi dari Pusdokkes Mabes Polri memang jari manusia, jenis kelamin pria," jelasnya, Rabu (4/1).

Menurut Edi Hasibuan, hasil uji laboratorium di Pusdokkes Polri belum dikirim ke Kupang. Hasilnya akan dikirimkan melalui surat.

"Hasil uji laboratorium belum dikirim dari Jakarta, kita tunggu saja informasinya karena nanti dikirim per surat," tambahnya.

Kronologi

Sebelumnya diberitakan, 2 orang warga Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu,NTT dibuat heboh. Karena menemukan jari manusia, pada makanan yang hendak mereka santap.

Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Mahrim mengatakan, temuan ini telah dilaporkan ke Polsek Tasifeto Timur oleh seorang warga bernama Petrus Watu (30), warga Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.

Dalam laporan kepada polisi, Petrus Watu menjelaskan, awalnya saksi Dion Klau dan Isto Foa membeli lauk sayur lodeh tahu di warung makan Albarka milik Yanti Kumala Dewi.

Sayur lodeh itu dibeli untuk lauk makan siang. Usai membeli, keduanya membawa pulang ke rumah untuk makan. Mereka juga menyisakan lauk tersebut kepada Petrus Watu.

Saat mengambil sayur untuk dimakan, Petrus kaget karena melihat sepotong daging ujung jari kuku manusia, yang tercampur pada sayur tersebut.

Petrus memberitahukan pada Dion dan Isto, lalu mereka melaporkan ke polisi. Mereka juga membawa barang bukti sisa sayur lodeh tahu dan potongan jari manusia yang ditemukan.

"Kita masih dalami kasusnya. Kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek," ujar Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Mahrim, Sabtu (10/12). [rnd]