IDI: Deteksi Dini adalah Kunci dalam Menghadapi Kanker

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Dalam mengatasi penyakit kanker, salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah deteksi dini.

Seperti disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Daeng M Faqih, SH., MH. Menurutnya, deteksi dini merupakan kunci dalam menghadapi kanker.

“Seperti kita ketahui deteksi dini merupakan kunci dalam menghadapi kanker, sebab apabila terlambat maka keparahan dan penyembuhan penyakit kan semakin berat,” ujar Daeng mengutip keterangan pers Kalbe, Kamis (22/4/2021).

Sebagai upaya memudahkan deteksi dini pada kanker, PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya KlikDokter dan One Onco meningkatkan kesadaran akan deteksi dini kanker yang dapat dilakukan melalui layanan konsultasi daring.

Menurut Direktur Utama KlikDokter, Dino Bramanto, KlikDokter adalah salah satu platform digital kesehatan yang sudah ada sejak 2008. Platform ini memiliki tujuan memberikan kemudahan akses baik layanan kesehatan, edukasi dan konsultasi (live chat) yang bisa menjangkau seluruh penduduk Indonesia.

“Kami meluncurkan layanan khusus daring (live chat) secara gratis dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB setiap hari untuk membantu pengguna mendeteksi dini kanker, sehingga kanker bisa dicegah sejak dini,” kata Dino dalam keterangan yang sama.

Menanggapi hal ini, Daeng mengatakan bahwa IDI menyambut baik kehadiran platform digital edukasi dan informasi seputar penyakit kanker dari One Onco dengan KlikDokter tersebut.

Early detection sangat penting, dengan hadirnya aplikasi ini diharapkan masyarakat mendapatkan informasi dan konsultasi seputar deteksi dini kanker dari dokter yang terpercaya, valid dan tidak hoaks,” kata Daeng.

Memudahkan Konsultasi bagi Masyarakat

Dokter Spesialis Onkologi RS Omni Alam Sutera, Denni Joko Purwanto, juga menanggapi upaya ini. Menurutnya, layanan platform digital atau telemedis seperti KlikDokter dan One Onco ini dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan konsultasi tentang kanker.

Dengan platform daring, dokter dan pasien dapat melakukan percakapan tanpa harus tatap muka khususnya di era pandemi COVID-19.

“Ini juga membantu masyarakat Indonesia mendapatkan informasi yang baik dan benar terkait kanker,” ujar Denni.

Project Senior Manager One Onco, Yoppy Hadi Soeyanto, berharap layanan telemedis ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kejadian penyakit kanker di Indonesia. Serta, membantu masyarakat mendapatkan informasi benar dan anti hoaks seputar kanker agar tidak salah kaprah.

One Onco merupakan sebuah layanan (ekosistem) onkologi terintegrasi yang memberikan solusi komprehensif kepada pasien kanker, melalui layanan diagnostik terpadu, terapi (pengobatan) hingga komunitas,” ujar Yoppy.

“Kami berupaya membantu pemerintah dan memperluas akses kepada masyarakat khususnya terkait informasi seputar deteksi dini kanker melalui media konsultasi daring,” tutupnya.

Infografis Akar Bajakah dari Kalimantan Bisa Sembuhkan Kanker?

Infografis Akar Bajakah dari Kalimantan Bisa Sembuhkan Kanker? (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akar Bajakah dari Kalimantan Bisa Sembuhkan Kanker? (Liputan6.com/Triyasni)

Simak Video Berikut Ini