IDI Instruksikan Anggota Tak Terpancing Isu Negatif Pemecah Belah Kesolidan Profesi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menginstruksikan kepada anggotanya di seluruh Indonesia untuk tetap menjaga kesolidan profesi dan internal organisasi.

"Sehubungan dengan adanya dinamika organisasi akhir-akhir ini, maka Pengurus Besar IDI memerintahkan kepada seluruh jajaran IDI Wilayah, IDI Cabang, Perhimpunan, dan Keseminatan untuk menjaga marwah organisasi, etika profesi," kata Ketua Umum PB IDI Moh Adib Khumaidi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (28/4).

Ia berharap anggotanya tidak terpancing oleh isu-isu negatif yang dapat memecah belah kesolidan profesi dan internal organisasi.

Ia menambahkan, anggota IDI di seluruh Indonesia diminta untuk mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku, AD/ART IDI dan ORTALA (Organisasi dan Tata Laksana) IDI.

"Tetap bersama dan bersatu dalam Ikatan Dokter Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) menegaskan semua organisasi profesi kedokteran yang berada di bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia tetap solid berada di bawah payung IDI.

Pernyataan itu menanggapi usai dideklarasikannya Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) sebagai salah satu organisasi profesi kedokteran pada Rabu (27/4).

Ketua Umum Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto menyatakan, PDPI sebagai organisasi Spesialis Paru (Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi) adalah organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis (PDSP) yang bernaung di bawah IDI.

"Sehubungan dengan hal tersebut, kami meminta kepada segenap Anggota PDPI di seluruh Indonesia untuk tetap solid dan tidak terpecah belah," katanya.

Ia mengatakan, PDPI akan menunggu perintah organisasi lebih lanjut dari Pengurus Besar IDI. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel