IDI Kritik Artis yang Hanya Pakai Face Shield saat Live di TV

Syahdan Nurdin
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Selatan meminta para artis televisi untuk menjadi contoh pemakai masker yang baik dan benar kepada masyarakat.

"Imbauan dari IDI agar kampanye 3M atau ingat pesan ibu itu betul-betul dilaksanakan dengan baik dan benar, dicontohkan semua lapisan masyarakat dalam hal ini publik figur melalui televisi," kata Ketua IDI Kota Jakarta Selatan M Yadi Permana, di Jakarta, Rabu (4/11).

Imbauan ini menyusul maraknya artis-artis pertelevisian yang mengisi acara siaran langsung (live) hanya menggunakan pelindung wajah atau 'face shield' tanpa menggunakan masker.

Menurut Yadi, hal tersebut memberikan contoh yang tidak baik bagi masyarakat, yang akan menganggap cukup hanya memakai 'face shield' saja tanpa harus memakai masker juga tidak apa-apa.

"Ini yang salah kaprah, coba Anda perhatikan di dunia hiburan televisi, itu yang seharusnya dikritisi oleh kita, dari media maupun dari kami tenaga medis, bahwa banyak sekali acara-acara terutama yang melibatkan artis-artis yang sifatnya 'live', hanya memakai 'face shield' tanpa memakai masker," ujar Yadi yang juga Dokter Bedah Tumor dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati.

Ia mengatakan, cara yang dilakukan oleh para artis tersebut sebetulnya memberikan edukasi yang salah kepada masyarakat.

BACA JUGA: IDI Perkirakan Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Libur Panjang

Karena dalam melindungi penyebaran virus melalui tetesan kecil (droplet) yang paling efektif adalah menggunakan masker kain dua lapis, dari pada hanya menggunakan 'face shield'.

"Jadi harus diubah pola pikirnya, bahwa 'face shield' sama sekali tidak memberikan fungsi perlindungan, penularan COVID-19," kata Yadi.

Yadi menilai, apa yang dilakukan artis-artis di televisi tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Terlebih juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemakaian masker lebih efektif.

"Satgas COVID-19 IDI Prof Zubair Djoerban juga mengatakan yang terpenting itu 3M. Masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta menjauhi kerumunan yang keempatnya, bukan memakai 'face shield," kata Yadi.

Makin maraknya acara pertelevisian yang menggunakan 'face shield', menurut Yadi, Komisi Penyiaran Publik (KPI) perlu memberikan teguran kepada media televisi yang masih menyiarkan artis-artisnya tidak memakai masker dengan baik dan benar dan hanya memakai 'face shield'.

Yadi menambahkan, semakin seringnya acara pertelevisian yang artinya hanya menggunakan 'face shield' dapat membuat domain pentingnya pesan ibu tentang 3M tersebut tidak tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

"Pesannya itu ke masyarakat yang tertanam, oh.. tidak apa-apa pakai face shield saja, sehingga domain pentingnya pesan ibu dengan 3M itu tidak tercapai," ujar Yadi. (ant)