IDI Kupang Dukung Pemerintah Tekan Stunting di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kupang melaksanakan musyawarah tahun ini setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Musyawarah yang berlangsung di Swissbellcourt Kupang, Sabtu (17/9) ini bertema 'IDI Kupang Bersatu Menjunjung Integritas dan Kemandirian'.

Ketua IDI NTT, Andreas Fernandez dalam sambutan pembuka menyebutkan, musyawarah dilaksanakan sebagai regenerasi organisasi profesi, serta mendukung dedikasi dokter di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Sabu Raijua.

"Sehingga organisasi IDI tetap berjalan karena pergantian itu suatu keniscayaan dan perlu ada perubahan. Ini adalah regenerasi," ujarnya.

Sedangkan Ketua IDI Cabang Kupang, Stef Soka mengatakan, musyawarah ini sebagai pembaharuan organisasi dan akan membawa perubahan yang lebih baik bagi organisasi.

"Ini bagian dari semangat mengayomi dan melayani masyarakat dan juga bersinergi dengan pemerintah untuk menjawab tantangan di bidang kesehatan," kata dia.

Ia menyatakan, stunting serta kematian ibu dan anak menjadi permasalahan utama yang akan diperhatikan oleh IDI Cabang Kupang. Musyawarah kali ini juga dihadiri Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, dengan peserta dari IDI Cabang Kupang kurang lebih 78 orang.

Siap Turunkan Angka Stunting dan Kematian Ibu-Anak

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kupang akan ikut menurunkan angka stunting juga kematian ibu dan anak, sesuai target Presiden Joko Widodo yakni 14 persen di tahun 2023. Hal ini dikatakan Widhitomo Marino yang ditetapkan sebagai Ketua IDI Cabang Kupang dalam musyawarah cabang, Sabtu (17/9).

Ia menyebutkan, IDI Cabang Kupang akan sebisanya mengambil peran dan mencarikan solusi bersama-sama, dengan menggandeng berbagai pihak termasuk dengan pemangku kepentingan.

Widhitomo Marino mengatakan, dia akan menyusun berbagai program kerja kurang lebih dalam dua pekan ini termasuk yang fokus pada isu kesehatan stunting dan kematian ibu dan anak.

"Program ini kita siapkan dan saya diberi waktu 14 hari menyiapkan program ke depan dan melihat program-program kali lalu, yang bisa disinergikan," jelasnya.

Ia menambahkan, ada sebanyak 319 anggota IDI Cabang Kupang yang wilayahnya meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Sabu Raijua, sehingga IDI siap bersinergi dengan pemerintah.

Hal yang sama juga telah ditegaskan oleh Stef Soka, selaku Ketua IDI Cabang Kupang periode sebelumnya dalam pembukaan musyawarah IDI Cabang Kupang saat itu.

Ia mengatakan, IDI Cabang Kupang memiliki semangat untuk melayani masyarakat dan selalu bersinergi dengan pemerintah dalam menjawab permasalahan di bidang kesehatan.

"Ada isu-isu strategis yang tidak boleh kita tidak terlibat. Dua isu strategis kesehatan yang kita perlu terlibat yaitu stunting dan kematian ibu dan anak," ujar Stef Soka.

Peran ini nantinya dapat dilakukan oleh IDI sebagai organisasi profesi, maupun pribadi sebagai anggota yang tergabung dalam organisasi IDI Cabang Kupang ini.

"Kita harapkan ke depan IDI bisa lebih berperan dan berkontribusi baik secara organisasi maupun individu bersama-sama bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan yang terbaik dalam pelayanan kesehatan," tambah Stef Soka.

Pemkot Kupang Target Stunting Turun 16 Persen

Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh menyatakan, pihaknya menargetkan stunting di Kota Kupang turun tahun depan. Berdasarkan data Dinas PPKB Kota Kupang, indeks stunting Kota Kupang pada angka 22 persen yang ditargetkan turun menjadi 16 persen pada 2023.

"Maka semua dokter yang ada di sini kita bekerja bersama-sama, stunting Kota Kupang harus turun 16 persen di 2023 dan 2024 harus sama nasional, yang target Pak Jokowi 14 persen," katanya.

George Hadjoh menyatakan, Kota Kupang bisa menjadi kota terhebat di Indonesia bila menyelesaikan stunting dengan cara-cara kerja ekstrem, atau yang tidak seperti biasanya. [tin]