IDI Makassar Ungkap Syarat Pembukaan Sekolah Tatap Muka

Bayu Nugraha, Irfan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar menyampaikan pembukaan sekolah dengan sistem tatap muka diperbolehkan jika kalangan guru dan peserta didik sudah menerima vaksinasi.

Menurut Ketua IDI Makassar, dr Siswanto Wahab, guru dan peserta didik harus selesai divaksin baru boleh dikaji soal pembukaan tatap muka langsung.

"Jika belum, IDI Makassar tidak menyetujui kegiatan tatap muka digelar baik secara terbatas atau tidak," ujarnya, Jumat, 19 Maret 2021.

Menurut dr Anto, sapaannya, rangkaian proses interaksi ke sekolah sangat berpotensi besar menimbulkan penularan terhadap peserta didik, mulai dari anak keluar sampai pulang ke rumah.

Mereka berpotensi tertulari saat naik kendaraan umum, sampai di sekolah, berlanjut ke fase interaksi antara siswa.

"Logikanya, orang dewasa saja kepatuhan terhadap protap kesehatan masih jauh dari harapan, apalagi peserta didik yang masih pengen main, bercanda bersama temannya, kita harus peka kepada semua ini," ujarnya.

Dr Anto menyarankan kepada pemerintah agar fokus pada penurunan angka penularan COVID-19 dengan vaksinasi dan memasifkan 3 T yaitu testing, treacing dan treatment, sehingga bisa positive rate bisa turun.

Dia menyebut, positif rate Indonesia saat ini masih di kisaran 17-19 persen di Indonesia. Artinya dari 10 orang dilakukan testing swab/PCR l, akan ada 2 orang positif, sedangkan standar WHO hanya 5 persen. Selain itu, angka COVID-19 di Sulawesi Selatan masih masuk 5-7 tertinggi di Indonesia, dan Makassar sebagai epicentrum

Kendati demikian, dr Anto menjelaskan bahwa setelah vaksin persoalan belum selesai, sebab seluruh komponen di bidang pendidikan mesti disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan 3 M secara ketat baik memakai masker, menjaga jarak dengan menghindari kerumunan, mencuci tangan dari rumah hingga ke sekolah, termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril dengan memastikan aman dari penularan COVID-19

"Ada tiga poin penting untuk perhatikan masa depan anak, yakni hak anak hidup, hak anak sehat dan hak anak mendapatkan pendidikan. Dengan guru divaksin dan peserta didik tidak divaksin, pertanda COVID-19 takut sama anak anak? Tentu tidak, sebab dengan varian baru B117, semua golongan usia tidak luput dari COVID-19," terang dr Anto.

Baca juga: IDI Peringatkan Mutasi Virus Corona N439K, Dinilai Lebih 'Smart'