IDI: Petugas bandara perlu waspadai penumpang bergejala cacar monyet

Ketua Satuan Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban meminta semua pihak di bandar udara waspada terhadap penumpang yang memiliki gejala-gejala mengarah pada cacar monyet.

"Kalau misalnya ada orang asing ataupun orang Indonesia, setiap orang yang ada kelainan di kulit, di tangan ataupun di muka ada bintik-bintik cacar gitu atau seperti cacar air atau seperti herpes, ya harus segera lapor, nanti mestinya di situ disiapkan pos yang ada poliklinik kesehatan," kata Prof. Zubairi saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut penting karena saat ini hampir semua negara sudah melonggarkan aturan untuk bepergian.

"Sekarang ini hampir semua negara sudah melonggarkan aturan untuk bepergian, untuk masuk maupun keluar Indonesia sudah amat dilonggarkan," katanya.

Oleh karena itu kewaspadaan tersebut harus dimiliki semua pihak yang bertugas di sarana transportasi terutama bandar udara karena merupakan pintu masuk utama penumpang dari luar negeri.

Baca juga: Satgas IDI: Cacar monyet kemungkinan sudah ada di Indonesia

Baca juga: 11 kasus cacar monyet di Singapura, KKP Batam tingkatkan pengawasan

Menurutnya, dengan kewaspadaan tersebut, masuknya penyakit cacar monyet dari luar negeri dapat dicegah.

Zubairi juga meminta petugas kesehatan untuk mewaspadai segala bentuk gejala penyakit kulit seperti gatal-gatal atau bintik-bintik karena berpotensi menderita cacar monyet.

Hal ini karena sudah lebih dari 75 negara melaporkan kasus cacar monyet sehingga kemungkinan besar kasus ini juga sudah ada di Indonesia.

"Data menunjukkan bahwa lebih dari 75 negara sudah melaporkan (kasus cacar monyet)," katanya.

Baca juga: Kemenkes: Suspek di Jateng belum dipastikan terjangkit cacar monyet

Baca juga: Pasien cacar monyet dengan penyakit sekunder berpotensi kena keparahan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel