IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis untuk Hindari Terkena Virus Corona

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pertengahan Januari 2021 pemerintah sudah melakukan program vaksinasi COVID-19. Program vaksinasi COVID-19 diketahui menjadi salah satu cara untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

"Vaksin adalah cara yang paling sopan yang paling etis untuk kita menghindari jangan sampai terkena infeksi virus ini dan kalaupun terkena akan menjadi gejala yang lebih ringan," kata Ketua Divisi Pedoman dan Protokok Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr.dr. Eka Ginanjar, SpPD-KKV dalam virtual conference, Senin 1 Maret 2021.

Tidak hanya itu saja, Eka menjelaskan, vaksinasi COVID-19 juga penting untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd imunity. Herd imunity adalah kondisi ketika sebagian besar dari jumlah populasi di suatu area telah kebal terhadap suatu penyakit karena proses vaksinasi atau infeksi alami.

"Paling penting adalah tercapai imunitas kelompok yaitu herd immunity dan kalau tercapai herd immunity maka virusnya sudah tidak bisa kemana-mana, sebelum virus itu terus bermutasi lagi dan membentuk wujud virus yang baru artinya kita harus lakukan vaksinasi secepat-cepatnya," jelas dia.

Kekebalan kelompok atau herd imunity bisa dicapai minimal 70 persen dari masyarakat Indonesia harus disuntik vaksin. Atau sekitar minimal 180 juta penduduk harus mendapatkan vaksin COVID-19

"Eliminasi yang saat ini kita deteksi adalah vaksinasi jadi vaksinasi merupakan program Universe yang bisa diharapkan bisa menyebabkan atau mendapatkan herd immunity. ini adalah hierarki nomor 1," jelas Eka.

Selain vaksinasi itu juga Eka menjelaskan untuk bisa menghindari virus juga penting melakukan 3 T yakni test, tracing, dan treatment. Yang mana pemerintah mengeliminasi orang yang terinfeksi dalam hal ini mengisolasi sehingga dia tidak menularkan ke orang lain.

"Jadi dia kita singkirkan kita eleminasi, bukan menyingkirkan orangnya tetapi bagaimana si virus ini tidak menularkan dan treatment yang paling penting adalah treatment," jelas dia.

Selain itu penting juga untuk penendalian teknik, yang mana seseorang mensetting lingkungan tempat mereka agar tidak disukai oleh virus. Yakni dengan menerapkan VDJ (Ventilasi, Durasi dan Jarak).

"Bagaiaman mengatur ventilasi yang cukup kalau kita di kantor, kalau kita di pasar dan bagaimana kita mengatur jarak jangan sampai berdesak-desakan, kerumunan kita harus hindari dan sebagainya. Kalau masyarakat paham ini aan sangat membantu juga," ujar dia.

Selain itu Eka juga menegaskan bahwa pengendalian dengan 5 M (Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) juga penting dilaksanakan oleh masyarakat.