Idul Adha saat PPKM Darurat, Begini Nasib Pedagang Ketupat

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat jelang Idul Adha tahun ini bikin pusing pedagang musiman bungkus ketupat. Penjualan yang baru ramai jelang hari raya kurban itu pun tak bisa dimaksimalkan, karena mereka dilarang membuka lapak.

Perajin bungkus ketupat di Cianjur, Jawa Barat, pun akhirnya menawarkan jualan dengan mendatangi rumah ke rumah. Hal itu dilakukan untuk menghindari razia petugas karena selama PPKM Darurat.

Perajin bungkus ketupat Rohman (35), warga Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, mengatakan bahwa pada hari raya kurban tahun ini, dia dan belasan orang teman-teman pengrajin terpaksa mendatangi perkampungan dan perumahan untuk mendapatkan pesanan.

"Pada awal pandemi, kami masih boleh membuka lapak di mana-mana, namun menjelang hari raya kurban kali ini. Aturan PPKM darurat, melarang pedagang dan perajin seperti kami membuka lapak, sehingga kami mencari cara lain untuk tetap mendapatkan uang," katanya dikutip Selasa, 20 Juli 2021.

Baca juga: Diskon Tarif Listrik hingga Desember 2021, Masyarakat Diminta Bijak

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan itu, setiap hari raya menjual bungkus ketupat untuk tambahan uang ke dapur. Tahun lalu, dia mendapatkan uang hingga Rp200 ribu dengan menjual 200 sampai 500 buah bungkus ketupat. Namun hari ini, baru 100 bungkus yang terjual.

"Karena PPKM darurat, tingkat pemesanan sangat berkurang, sehingga kami mencoba mendatangi pintu ke pintu di perkampungan dan perumahan dengan harapan mendapat pesanan," katanya.

Hal senada terucap dari Maman (23) pedagang ketupat yang sudah siap disantap. Dibandingkan lebaran kurban tahun lalu pesanan yang didapat menurun tajam. Bahkan upaya mencari pembeli dengan mendatangi rumah ke rumah, hanya mendapat pesanan puluhan buah ketupat.

"Tahun lalu masih boleh menjajakan ketupat dipinggir jalan, namun menjelang lebaran kurban kali ini, banyak dirazia. Sehingga untuk tepat mendapat penghasilan, kami menawarkan langsung ke rumah-rumah, meski hasilnya kurang maksimal," katanya. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel