Iduladha 2022, Harga Bawang Terpantau Makin Mahal

Merdeka.com - Merdeka.com - Harga bawang merah di DKI Jakarta masih mahal memasuki perayaan Iduladha 1443 H yang jatuh pada Minggu (10/7). Melansir dari laman infopangan. jakarta.go.id, rata-rata harga bawang merah dibanderol Rp69.762 per kilogram (kg).

Tercatat, harga tertinggi berada di Pasar Rawamangun mencapai Rp80.000 per kg. Sedangkan, harga terendah tersedia di Pasar Anyer Bahari Rp40.000 per kg.

"Harga tertinggi Rp80.000 per kg di Pasar Rawamangun," dikutip melalui laman infopangan.jakarta.go.id, Minggu (10/7).

Selain bawang merah, harga bawang putih juga mengalami kenaikan menjadi rata-rata dijual Rp36.476 per kg. Angka ini naik Rp3.242 per kg.

Adapun, harga bawang putih tertinggi berada di Pasar Cipete mencapai Rp75 ribu per kg. Sementara harga terendah tersedia di Pasar Pos Pengumben Rp24 ribu per kg.

Lindungi Petani, Mendag Janji Tak Impor Bawang Merah Meski Mahal

mendag janji tak impor bawang merah meski mahal
mendag janji tak impor bawang merah meski mahal.jpg

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menegaskan tidak akan membuka keran impor untuk komoditas cabai dan bawang merah meski harganya melambung. Hal ini ditegaskan Mendag Zulhas usai menyambangi Kantor Kementerian Pertanian di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (20/6).

Di dampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Mendag Zulhas menyebut kebijakan untuk tidak mendatangkan komoditas cabai dan bawang merah impor demi melindungi kesejahteraan petani.

"Yang ga perlu (impor) misalnya cabai, bawang merah. Kalau bawang merah impor kan hancur (petani) yang di Tegal, yang di Brebes, kasihan. Saya kira begitu," kata Mendag Zulhas dikutip melalui akun youtube Kementerian Pertanian, Senin (20/6).

Mendag Zulhas menyampaikan, kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah yang terjadi belakangan ini lebih dipengaruhi oleh siklus musiman. Hal ini diperkuat dengan pernyataan sejumlah pedagang yang dia dengar langsung saat melakukan kunjungan ke beberapa sejumlah pasar di wilayah Jakarta.

Akan tetapi, pihaknya akan terus memperkuat sinergi bersama Kementerian Pertanian untuk mengendalikan persoalan kenaikan harga cabai dan bawang merah dalam akhir-akhir ini melalui integrasi data distribusi. Mengingat, lonjakan harga yang terjadi berpotensi mempengaruhi laju inflasi di tengah pemulihan ekonomi nasional.

"Kepentingan pertanian dan kepentingan konsumsi kita mesti erat kerja samanya, maka saya kemari," tutupnya. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel