IDX MES BUMN 17 Diluncurkan, Ini Tanggapan Manajer Investasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) telah meluncurkan IDX-MES BUMN 17. Indeks ini diharapkan mampu menjalankan prinsip syariah dengan likuiditas yang baik, kapitalisasi pasar yang besar, serta didukung fundamental perusahaan yang baik.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menilai, semakin banyak indeks, semakin banyak pula acuan. Kendati begitu, untuk saat ini pihaknya mengaku akan fokus pada produk investasi yang sudah ada.

"Mungkin jika ada Manajemen Investasi (MI) yang mau membuat produk reksa dana indeks, bisa mempertimbangkan indeks tersebut. Kalau untuk Panin AM saat ini belum ada karena ingin fokus pada yang sudah ada,” ujar dia kepada Liputan6.com, ditulis Minggu (2/5/2021).

Adapun penentuan 17 saham konstituen Indeks IDX-MES BUMN 17 ini berdasarkan likuiditas transaksi terbaik di pasar reguler. Selain itu, juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar terbesar, kinerja keuangan, serta tingkat kepatuhan yang baik.

Penghitungan Indeks IDX-MES BUMN 17 menggunakan metode Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted dengan menerapkan pembatasan bobot saham paling tinggi sebesar 20 persen yang disesuaikan pada saat evaluasi. Indeks ini telah dihitung sejak hari dasarnya pada 30 Desember 2015 dengan nilai awal 100.

Dorong Penerbitan Produk Syariah

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, dikabarkan sudah ada dua Manajemen Investasi yang melirik indeks ini. Yaitu Principal Asset Management dan Syailendra Capital. Keduanya diketahui akan mengikuti prosedur yang berlaku seperti mengajukan lisensi pada BEI dan MES, juga minta persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Syailendra Capital, Gunanta Afrima mengatakan adanya indeks baru IDX-MES BUMN 17 ini merupakan salah satu katalis. Bahkan indeks ini dinilai bisa menjadi akselerator pertumbuhan reksadana indeks berbasis syariah di Indonesia.

"Kami menyambut baik dari pelaku pasar,” kata Gunanta.

Gunanta menuturkan, masalah yang acap dihadapi industri syariah adalah keterbatasan supply, termasuk fix income. Sehubungan dengan itu, ia berharap emiten yang bertengger dalam IDX-MES BUMN 17 agar menerbitkan lebih banyak produk syariah.

Dalam catatannya, dari 17 emiten terseubut hanya empat yang sudah menerbitkan sukuk. Adapun niai outstandingnya hanya sekitar Rp 4 triliun.

"Emiten ini sudah masuk dalam konstituen IDX-MES BUMN 17, mbok ya sekalian nerbitin sukuk. Biar pelaku pasar punya lebih banyak pilihan dalam membangun portofolio investasi berbasis syariah,” kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini