IFSC World Cup Jakarta 2022 lebih dari sekadar acara panjat tebing

IFSC Climbing World Cup Jakarta 2022 menyuguhkan pengalaman berbeda bagi atlet hingga penonton yang hadir langsung di Lot 16-17 SCBD, Jakarta sejak Sabtu (24/9) hingga Senin.

Selain menyaksikan ratusan atlet dari 27 negara berlomba, penonton juga dapat mengunjungi berbagai booth menarik yang bisa menjadi arena berkumpul bersama dengan keluarga.

Ada arena bermain untuk anak seperti bola basket hingga arena bermain panjat tebing. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyediakan fun climbing bagi masyarakat yang ingin mencoba melakukan olahraga panjat tebing.

Baca juga: Indonesia sisa satu wakil di final lead IFSC World Cup Jakarta 2022

Perhelatan Piala Dunia Panjat Tebing 2022 seri Jakarta memang dibuka untuk umum. Masyarakat gratis masuk untuk menyaksikan dan mendukung atlet kebanggaan Indonesia berlomba menjadi terbaik pada kategori speed dan lead.

Belum lagi berbagai booth yang menyuguhkan jajanan hingga peralatan panjat tebing. Paling menarik ada juga booth Artha Graha yang menghadirkan suasana natural konservasi. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid juga mengunjungi area tersebut.

Pengunjung yang datang ke booth tersebut, termasuk Yenny, mendapat penjelasan mengenai Tambling Wildlife Nature Conservation, wilayah konservasi darat seluas 48.153 ha dan 15.089 ha konservasi laut yang berada di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung.

Di sana rumah dari ratusan ekosistem flora dan fauna yang dilindungi kerja sama antara TNBBS, BKSDA dan Artha Graha Peduli.

Selain pelestarian lingkungan, TWNC dan AGP juga berupaya memperbaiki taraf hidup masyarakat desa penyangga di sekitar TWNC dengan berperan aktif dalam bidang pendidikan anak-anak sekitar dan membeli hasil ladang masyarakat yang diproduksi secara "non chemical" dengan sistem "fair trade community", seperti madu, kopi dan jahe.

"Ke depannya TWNC juga ingin menjadi Ecotourism, namun tetap mengusung prinsip konservasi dalam pelaksanaannya," kata Tim Konservasi TWNC Maria Edna kepada Yenny dan pengunjung lainnya.

Yenny pun mengapresiasi komitmen pihak yang terus berupaya melestarikan lingkungan dan olahraga.

Baca juga: Enam wakil Indonesia ke semifinal IFSC Climbing World Cup Jakarta 2022


Dalam kesempatan ini, Yenny juga menyempatkan untuk melihat produk Takokak Wins' Tea dan GulaVit yang berada dalam booth bernuansa alam tersebut.

Tak lupa Yenny menikmati teh dingin produk Takokak Win's Tea dalam aroma buah-buahan dan melati yang sudah dipermanis dengan GulaVit.

Takokak Win's Tea adalah produk andalan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat merupakan teh berkualitas sejak 1906.

Daerah Takokak adalah salah satu wilayah penghasil teh terbaik di Indonesia dengan kandungan taninnya yang tinggi.

Yenny menerima penjelasan produk GulaVit dari Direktur Utama GulaVit Randy Suparman. "Bagus sekali kalau gula ada vitaminnya, karena masyarakat masih banyak yang enggan membeli vitamin," ujar Yenny.

IFSC Climbing World Cup Jakarta 2022, Indonesia sejauh ini berhasil menyabet satu medali emas dan perak pada nomor speed.

Emas diraih Aspar Jaelolo yang pada final mengalahkan sesama wakil Indonesia Kiromal Katibin.

Selain itu, IFSC World Cup Jakarta 2022 juga menjadi lokasi penobatan pemanjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo sebagai juara dunia nomor speed panjat tebing 2022.

Hasil di Jakarta menempatkan Veddriq di posisi kelima dengan mengemas 545 poin. Tambahan poin tersebut cukup membawa atlet 25 tahun itu mempertahankan status sebagai juara dunia dengan total mengoleksi 4.455 poin.

Dia mengalahkan Kiromal Katibin yang berada di posisi kedua dengan mengemas 4.080 poin, termasuk tambahan 805 poin dari hasil menjadi runner-up di IFSC World Cup Jakarta 2022.

Baca juga: IADO terlibat dalam kontrol doping di IFSC Climbing World Cup 2022
Baca juga: Katibin dan Veddriq makin dekat menuju gelar juara dunia panjat tebing