IGD Disulap Jadi Kamar Isolasi Covid-19, Layanan Gawat Darurat Dialihkan ke Tenda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk menambah jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19, menyusul lonjakan kasus virus Corona. Pemerintah pun akhirnya mengubah ruang IGD di RS Rujukan Covid-19 menjadi tempat ruang perawatan.

"Kita akan mengubah semua kamar IGD menjadi kamar isolasi. Sehingga dengan demikian perawatan yang normal bisa dilakukan di sana untuk menampung pasien-pasien yang sudah masuk rumah sakit, mendapatkan perawatan seperti di kamar biasa," jelas Budi dalam konferensi pers soal penanganan Covid-19 di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (25/6/2021).

Sementara itu, kata dia, pemerintah akan membangun layanan tenda di luar rumah sakit untuk pelayanan IGD. Dengan begitu, pasien yang masuk IGD akan diperiksa di tenda yang sudah dibangun di halaman rumah sakit.

"Layanan IGD-nya kita sudah memutuskan untuk membangun tenda di luar rumah sakit supaya yang ingin di cek masuknya ke sana, tidak masuk ke ruangan IGD. Karena (IGD) ini akan dipakai sebagai tambahan tempat tidur," kata Menkes Budi.

Selain itu, pemerintah mengonversikan tiga rumah sakit besar di Jakarta yakni, RS Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, dan RS Persahabatan menjadi RS Rujukan Covid-19. Artinya, tiga rumah sakit milik pemerintah ini akan 100 persen menangani pasien Covid-19.

Budi menyampaikan ketiga rumah sakit ini sudah dilengkapi dengan peralatan yang lengkap serta dokter dan perawat berpengalaman. Dia menargetkan konversi tiga rumah sakit ini bisa rampung dalam pekan ini

"Sehingga bisa menambah jumlah tempat tidur untuk melayani rakyat Jakarta yang sudah lengkap langsung fasilitas dan tenaga kesehatan," ujar Budi.

Lonjakan Kasus di Tanah Air

Sebelumnya, kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak pasca libur Lebaran 2021. Pemerintah melaporkan terdapat 20.574 kasus baru virus corona (Covid-19) di Indonesia, Kamis (24/6/2021).

Dengan adanya penambahan kasus tersebut, total kasus virus corona di tanah air mencapai 2.053.995. Penambahan kasus baru itu didapat dari pemeriksaan terhadap 136.896 spesimen dalam 24 jam terakhir.

Adapun bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di RSD Wisma Atlet mencapai 85,04 persen per Kamis, 24 Juni 2021. Sehingga BOR yang tersisa di RSD Wisma Atlet sebanyak 14,96 persen atau setara dengan 1.181 tempat tidur dari total 7.894 tempat tidur yang tersedia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel