Ihsan Tarore Akui Kesulitan Berperan Metroseksual

TEMPO.CO, Jakarta - Kembali mendapatkan peran utama dalam film layar lebar dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh oleh Ihsan Tarore. Menurutnya mendapatkan peran sebagai Iwan Setyawan dalam film '9 Summers 10 Autumns' merupakan peran yang sangat baru dan berbeda dari peran yang pernah dimainkan pada film-film sebelumnya.

"Senang bisa bergabung di film ini dan menambah pengalaman di bidang ini. Karakter di sini berbeda dari peran sebelumnya yang biasa kalem dan alim. Sekarang metroseksual, karakternya anak yang agak pemalu, sehingga tingkat kesulitannya lebih dalam."

Di film-film sebelumnya, Ihsan memang selalu mendapatkan peran yang dekat dengan suasana religius. Sebut saja debutnya di film Sang Pencerah, besutan sutradara Hanung Bramantyo yang diproduksi pada tahun 2010 dia berperan sebagai Darwis muda, pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah.

Kemudian di film "Mengaku Rasul" tahun 2008, lalu Bait Surau yang akan diputar pada bulan Ramadan tahun in. Jelas, peran di film  '9 Summers 10 Autumns' menjadi peran yang berbeda bagi dirinya.

"Memerankan sosok mas Iwan agak sulit, ditambah ketemu mas Iwan gak terlalu banyak karena dia sibuk. Kami ketemu baru sekitar 3-4 kali sisanya saya liat data dia dari youtube, video dia, bagaimana cara bicara, bagaimana cara dia melihat, lalu belajar gesturenya," ungkapnya jujur.

Tetapi Ihsan bersyukur kesulitan yang dirasakannya dapat terasa ringan karena mendapatkan banyak masukan dari sang sutradara Ifa Ifansyah dan juga dari aktris senior Ria Irawan. "Mereka banyak membantu saya. Bahkan Mas Ifa mengajarkan saya untuk bisa mendalami karakter dan membuat saya lebih peka terhadap lingkungan supaya karakter ini luwes dan tidak kaku."

AISHA

Topik terhangat:

PKS Vs KPK | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Berita lainnya:

Indoguna Akui Setor Uang ke PKS 

Fathanah Akui Indehoy dengan Maharani

Fathanah Ketahuan Curi Dokumen KPK

Cerita Dewi Queen of Pantura, Soal Sawer Pejabat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.