IHSG akhir pekan dibuka melemah terbawa koreksi bursa global

Agus Salim

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan dibuka melemah terbawa koreksi bursa saham global.

IHSG dibuka melemah 1,7 poin atau 0,03 persen ke posisi 5.940,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,37 poin atau 0,04 persen menjadi 968,17.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, akumulasi sentimen negatif yang muncul ke pasar menjadi kendala bagi IHSG untuk bisa melaju ke zona hijau pada perdagangan saham hari ini.

Baca juga: IHSG Jumat dibuka melemah 1,7 poin


"Termasuk juga koreksi saham AS pada Kamis lalu, yang semakin menambah berat bagi IHSG ke teritorial positif," ujar Alfiansyah.

Dari domestik, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan wabah Virus COVID-19 mulai berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Hal itu tecermin dari perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak.

Dari penerimaan bruto, realisasi penerimaan pajak dari sektor perdagangan pada Januari 2020 mulai melambat. Realisasi pajak dari sektor itu hanya Rp22,18 triliun, melambat dari 8,4 persen menjadi 2,6 persen

Bank Indonesia pun memangkas bunga acuan sebesar 25 bps untuk menjaga daya tahan ekonomi dari dampak penyebaran Virus COVID-19.

Baca juga: IHSG Kamis sore menguat, setelah Bank Indonesia turunkan suku bunga


BI melakukan langkah preventif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global akibat wabah virus tersebut.

Dari eksternal, Gedung Putih mengakui bahwa langkah agresif Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun lalu memicu perlambatan ekonomi dan investasi. Ketidakpastian itu utamanya disebabkan oleh negosiasi dagang yang telah menekan investasi.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 25,5 poin atau 0,11 persen ke 23.504,7, indeks Hang Seng melemah 262,74 poin atau 0,95 persen ke 27.346,42, dan indeks Straits Times melemah 1,13 poin atau 0,04 persen ke 3.197,55.

Baca juga: IHSG diprediksi menguat, terkerek positifnya pasar global