IHSG akhir pekan melemah, investor nantikan rilis data inflasi AS

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi melemah seiring investor yang tengah menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

IHSG dibuka melemah 39,59 poin atau 0,55 persen ke posisi 7.143,24. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 8,07 poin atau 0,78 persen ke posisi 1.029,1.

"Untuk hari ini IHSG diselimuti oleh sentimen negatif dari pelemahan bursa global. Pasar diperkirakan masih akan wait and see terhadap rilis angka inflasi AS yang dijadwalkan nanti malam," tulis Tim Riset Surya Fajar Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Selain itu katalis negatif datang bagi sektor komoditas energi di tengah kebijakan pengetatan COVID-19 kembali yang diterapkan di beberapa bagian kota Shanghai.

Baca juga: Saham China dibuka turun, Indeks Shanghai jatuh 0,76 persen

Kondisi tersebut diperkirakan akan membuat sektor batu bara kembali tertekan, melanjutkan tekanan yang telah terjadi sejak awal pekan. Di sisi lain, pasar akan fokus pada sektor defensif seperti saham big cap consumer.

IHSG memberi sinyal pelemahan pada penutupan kemarin. IHSG diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan hari ini seiring terbentuknya indikasi shooting star pada area resistance dengan level support 7.050 dan level resistance 7.200.

Dari eksternal, bursa saham AS bergerak melemah tadi malam. Pasar sangat mencemaskan rilis data inflasi Mei yang dijadwalkan pada Jumat ini.

Baca juga: Wall Street jatuh, Indeks Dow Jones merosot hingga 638,11 poin

Berdasarkan konsensus, inflasi Mei diperkirakan sebesar 8,3 persen (yoy). Jika nanti rilis inflasi Mei benar-benar mencapai angka tersebut, maka itu menandakan bahwa inflasi sudah mencapai puncaknya. Dengan demikian bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) akan lebih moderat dalam kebijakan moneternya pada tahun ini.

Sementara bursa Eropa bergerak turun tajam pada perdagangan kemarin. Bank Sentral Eropa (ECB) mengkonfirmasi rencananya untuk memulai kenaikan suku bunga acuan mulai Juli. Selain itu, ECB menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan menaikkan proyeksi inflasi.

Dari Asia, bursa saham kawasan bergerak melemah kemarin. Bursa China dan Hong Kong turun akibat munculnya kembali pembatasan di beberapa bagian di Kota Shanghai.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 397,52 poin atau 1,41 persen ke 27.849,01, Indeks Hang Seng turun 253,36 poin atau 1,16 persen ke 21.615,69, dan Indeks Straits Times terkoreksi 24,41 poin atau 0,76 persen ke 3.185,21.

Baca juga: Saham Asia jatuh ikuti Wall Street dan bursa global

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel