IHSG awal pekan ditutup menguat, jelang rapat bank sentral AS

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ditutup menguat jelang rapat bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).

IHSG ditutup menguat 26,62 poin atau 0,37 persen ke posisi 7.195,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 8,72 poin atau 0,86 persen ke posisi 1.024,73.

"IHSG kembali bergerak naik di tengah mayoritas global yang terpantau mengalami pelemahan jelang keputusan kebijakan moneter The Fed yang diproyeksikan kembali mengalami kenaikan agresif," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Senin.

IHSG justru bergerak melawan arah yang menandakan investor dan pelaku pasar telah mengantisipasi kenaikan suku bunga yang juga masih akan dilakukan Bank Indonesia.

Prospek ekonomi global yang diperkirakan Dana Moneter Internasional (IMF) melambat menjadi 0,5 persen pada tahun depan, turut memberikan arahan mengenai strategi kebijakan yang perlu diambil.

Dalam hal ini pemerintah dinilai akan kembali menggencarkan dukungan fiskal terutama pada sektor yang akan lebih didorong akselerasinya, seperti program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan insentif untuk sektor yang terdampak.

Dibuka menguat, IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mayoritas bergerak di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Baca juga: IHSG Senin pagi dibuka naik 30,3 poin

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dengan sektor energi transportasi & logistik paling dalam 1,86 persen, diikuti sektor energi dan sektor teknologi masing-masing turun 1,83 persen dan 1,82 persen.

Sedangkan lima sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi 1,22 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur masing-masing naik 0,57 persen dan 0,31 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LEAD, SEMA, WINS, SLIS, dan SMDM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DEWA, INDX, BRMS, BIPI, dan BUMI. .

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp98,08 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp40,36 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.339.102 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,49 miliar lembar saham senilai Rp15,55 triliun. Sebanyak 208 saham naik, 354 saham menurun, dan 142 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Hang Seng melemah 195,72 poin atau 1,04 persen ke 18.565,97, Indeks Shanghai turun 10,8 poin atau 0,35 persen ke 3.115,6, dan Indeks Straits Times terkoreksi 11,98 poin atau 0,37 persen ke 3.256,31. Sedangkan bursa Jepang libur.

Baca juga: IHSG awal pekan menguat, investor menanti pertemuan Bank Indonesia
Baca juga: Saham China perpanjang kerugian, Indeks Shanghai jatuh 0,35 persen
Baca juga: Saham Eropa dibuka turun, terseret jatuhnya ekuitas teknologi