IHSG Berpotensi Menguat, Pantau Saham Pilihan Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali koreksi pada perdagangan saham Rabu, (14/4/2021). Akan tetapi, IHSG berpeluang alami technical rebound setelah alami koreksi dalam dua hari.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pergerakan IHSG masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang masih terjadi.

Namun, ia menilai fundamental ekonomi yang kuat dapat mendorong IHSG berpeluang alami technical rebound. Sentimen regional dan global juga akan turut mewarnai pergerakan IHSG sehingga masih berpotensi koreksi dalam batas wajar.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.827-6.088,” ujar dia.

Sementara itu, Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menuturkan, IHSG berpotensi menguat secara teknikal. IHSG akan bergerak di kisaran 5.921-6.010 pada perdagangan Rabu pekan ini.

"Pergerakan selanjutnya potensi rebound menguji resistance MA5 dan level psikologis 6.000. Indikator stochastic bearish dengan MACD yang undervalue,” ujar dia.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 13 April 2021, IHSG melemah 21,13 poin ke posisi 5.927.

Ia menilai, IHSG melemah di bawah level psikologi 6.000 setelah rentetan aksi jual investor akibat kekhawatiran angka penyebaran COVID-19 yang tidak berhenti pada saat vaksinasi terus dilakukan hingga membuat pemerintah perlu membatasi ruang gerak masyarakat pada Lebaran untuk kedua kalinya.

“Investor juga memantau data ekononomi yang tidak begitu memberikan indikasi pemulihan dari pertumbuhan penjualan ritel, kinerja manufaktur hingga pertumbuhan inflasi yang masih rendah,” ujar dia.

Saham Pilihan

Sebuah layar tentang tabel saham dipajang saat Festival Pasar Modal Syariah 2016, Jakarta, Kamis (31/3). Pertumbuhan pangsa pasar saham syariah lebih dominan dibandingkan dengan nonsyariah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sebuah layar tentang tabel saham dipajang saat Festival Pasar Modal Syariah 2016, Jakarta, Kamis (31/3). Pertumbuhan pangsa pasar saham syariah lebih dominan dibandingkan dengan nonsyariah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Ace Hardware Tbk (ACES), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Selain itu, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT London Sumatera Tbk (LSIP), PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Sedangkan William memilih saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI),LSIP, ERAA, PT Nippon Indosari Tbk (ROTI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini